Namun, dimulainya kembali aktivitas ekonomi secara bertahap belum membawa ekonomi kembali ke tingkat sebelum pandemi virus korona.
Melansir Xinhua, Senin, 16 November 2020, produk domestik bruto Jepang menunjukkan peningkatan 5,0 persen dalam skala triwulanan yang disesuaikan secara musiman.
Kantor Kabinet Jepang menuturkan ini merupakan kenaikan terbesar sejak data pembanding tersedia pada triwulan April-Juni 1980.
PDB negara itu mencapat pertumbuhan pertama dalam empat kuartal. Pada kuartal sebelumnya, PDB Jepang turun 28,8 persen tahunan, dianggap yang terburuk sejak 1955, ketika pemerintah mengumumkan keadaan darurat atas pandemi covid-19 pada April.
Selain itu, ukuran tahunan PDB riil berjumlah 507,62 triliun yen (USD4,85 triliun). Angka ini hanya pulih sekitar setengah dari penurunan dari 526,59 triliun yen (USD5,03 triliun) pada kuartal pertama tahun ini menjadi 483,64 triliun yen (USD4,62 triliun) di kuartal kedua.
Sementara konsumsi swasta dan ekspor menunjukkan pemulihan yang tajam, masing-masing naik 4,7 persen dan 7,0 persen secara riil secara triwulanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News