Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Medcom.id).
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Medcom.id).

KTT Khusus ASEAN-AS Penting bagi Presidensi G20 Indonesia

Ekonomi nuklir ktt as-asean Rusia-Ukraina G20 Presidensi G20
Nur Aivanni • 11 Mei 2022 18:51
Jakarta: Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan KTT Khusus ASEAN-AS sangat penting bagi Indonesia. Terlebih lagi, saat ini Indonesia menjadi Presidensi G20.
 
"Kalau bagi Indonesia (KTT Khusus ASEAN-AS) ini sangat penting karena yang saya khawatirkan AS mungkin akan mengajak negara-negara ASEAN untuk berpihak pada posisi mereka yang berhadapan dengan Rusia terkait dengan Ukraina," kata Rektor Universitas Jenderal A Yani kepada Media Indonesia, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Selain itu, sambungnya, AS juga akan mengajak ASEAN untuk berhadapan dengan Tiongkok. AS, katanya, ingin juga memastikan negara-negara ASEAN tidak jatuh ke Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai negara yang menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, kata Hikmahanto, ajakan tersebut akan menjadi tantangan bagi Indonesia jika keinginan AS tersebut tidak dipenuhi. "Apakah AS akan tetap berpartisipasi dalam kegiatan G20, termasuk dalam KTT G20," ucapnya.
 
Hikmahanto pun berharap Presiden Joko Widodo nantinya akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Joe Biden. Dalam pertemuan tersebut, katanya, Jokowi bisa menjelaskan seperti apa posisi Indonesia dan mengapa Indonesia tidak bisa mengikuti posisi yang diambil AS, misalnya terkait penjatuhan sanksi ekonomi terhadap Rusia.
 
"Pertemuan bilateral ini sangat penting. Ini boleh dibilang lobi tingkat tinggi karena antar presiden untuk memastikan bahwa Presiden Joe Biden akan hadir (dalam kegiatan G20). Karena Presiden Joe Biden penentu juga, kalau dia hadir, negara-negara sekutunya juga akan hadir," terangnya.
 
Terkait isu di kawasan ASEAN, Hikmahanto menyampaikan masalah Myanmar akan mencuat dalam KTT tersebut. Dari pihak AS, jelasnya, akan menanyakan bagaimana progres Myanmar dan apa yang bisa dilakukan oleh ASEAN.
 
Lebih lanjut, menurutnya, ASEAN juga akan mempertanyakan mengenai kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat, Inggris dan Australia (AUKUS). "Karena di situ ada kapal selam dan sebagainya. Itu yang menjadi kekhawatiran bagi negara-negara ASEAN yang berkomitmen di kawasannya tidak boleh ada senjata nuklir," jelas dia.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif