Presiden Joko Widodo dalam rangkaian KTT ASEAN-AS di Washington DC. Foto: Biro Pers Setpres.
Presiden Joko Widodo dalam rangkaian KTT ASEAN-AS di Washington DC. Foto: Biro Pers Setpres.

Di KTT ASEAN-AS, Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Dunia Memprihatinkan

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi presiden joko widodo Ekonomi Global ktt as-asean IMF-World Bank Rusia-Ukraina pandemi covid-19
Indriyani Astuti • 14 Mei 2022 11:04
Washington DC: Presiden Joko Widodo menyerukan untuk segera menghentikan perang di Ukraina. Menurut Presiden Jokowi, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia.
 
Pada KTT Khusus ASEAN-Amerika Serikat (ASEAN-AS) yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Presiden mengatakan perang memicu kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi. Hal tersebut memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di negara berkembang dan kurang berkembang.
 
"Bagi sebagian anggota ASEAN, kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar satu persen," ungkap Jokowi dikutip Sabtu, 14 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi dunia juga memprihatinkan. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Lalu, Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.
 
"Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh, justru unilateralisme yang makin mengemuka," tutur Jokowi.
 
Lebih lanjut, Jokowi juga mengatakan bahwa perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antarnegara.
 
"Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud," tegas Jokowi.
 
Presiden menegaskan bahwa lebih dari lima dekade ASEAN terus membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong habit of dialogue dan rules based order. Spirit yang sama juga didorong di Indo Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.
 
Dalam KTT Khusus yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan juga pemimpin negara-negara ASEAN tersebut, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika melalui Indo Pacific Economic Framework (IPEF).
 
"Tentu kerja sama di bawah IPEF harus inklusif. Saya harapkan sinergi antara IPEF dengan pelaksanaan prioritas kerja sama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific)," ucap Presiden Jokowi.
 
Saat Indonesia menjadi ketua ASEAN tahun depan, Presiden Jokowi juga menyampaikan rencananya melakukan Indo Pacific Infrastructure Forum. "Saya berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut," pungkas Jokowi.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif