Iran. Foto: Istimewa.
Iran. Foto: Istimewa.

Iran Ancam Balas Serangan Baru AS, Penasihat Pemimpin Tertinggi: Musuh Akan Dihukum Berat

Arif Wicaksono • 09 Juli 2026 10:18

Jakarta: Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan baru ke sejumlah wilayah di Iran. Teheran pun merespons dengan peringatan keras bahwa pihak-pihak yang terlibat akan menerima konsekuensi berat.

Penasihat militer senior bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa "musuh agresor dan para pendukungnya" akan mendapat hukuman atas serangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial X pada Kamis.
 

Baca juga:   Iran Sebut Dana US$6 Miliar yang “Nyangkut” di Qatar Segera Kembali ke Teheran

Ancaman tersebut muncul setelah media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan di sejumlah wilayah selatan negara itu yang diduga berkaitan dengan serangan militer Amerika Serikat.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pecahan proyektil menghantam area Rumah Sakit Imam Ali di kota pelabuhan Chabahar. Meski demikian, belum ada laporan mengenai jumlah korban akibat insiden tersebut.

Di sisi lain, Kantor Berita Mehr menyebut serangan yang terjadi di Provinsi Bushehr tidak mengakibatkan kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.

Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi telah melakukan operasi militer tambahan terhadap sejumlah target di Iran. Menurut militer AS, serangan tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan