Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam atas banyaknya korban jiwa serta kerusakan besar yang ditimbulkan oleh gempa bumi kuat yang mengguncang Venezuela. Foto: Istimewa.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam atas banyaknya korban jiwa serta kerusakan besar yang ditimbulkan oleh gempa bumi kuat yang mengguncang Venezuela. Foto: Istimewa.

Sekretaris Jenderal PBB Sampaikan Duka Mendalam atas Korban Gempa Dahsyat di Venezuela

Arif Wicaksono • 26 Juni 2026 08:33
Ringkasnya gini..
  • Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa atas banyaknya korban jiwa kerana gempa bumi kuat yang mengguncang Venezuela.
  • Stephane Dujarric, Guterres menyatakan simpati kepada seluruh keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta dan berharap para korban luka dapat segera pulih.
Jakarta: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam atas banyaknya korban jiwa serta kerusakan besar yang ditimbulkan oleh gempa bumi kuat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat.
 
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyatakan simpati kepada seluruh keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta dan berharap para korban luka dapat segera pulih.
 
"Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban dan mendoakan kesembuhan bagi mereka yang mengalami luka-luka," ujar Dujarric dalam pernyataan resmi dikutip dari Antara. 
 
Baca juga:   Tercatat 30 Gempa Susulan di Venezuela, Korban Tewas Capai 164 Orang


PBB juga memastikan telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk membantu pemerintah Venezuela menangani dampak bencana. Sejumlah badan di bawah naungan PBB yang beroperasi di negara tersebut, termasuk Humanitarian Country Team, telah bergerak mengoordinasikan bantuan kemanusiaan bersama pemerintah dan berbagai organisasi lokal.
 
Selain itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memfasilitasi pengerahan tim pencarian dan penyelamatan di kawasan perkotaan yang mengalami kerusakan paling parah. Guterres turut menyambut baik dukungan dan solidaritas yang diberikan berbagai negara anggota PBB bagi Venezuela di tengah situasi darurat tersebut.
 
Di sisi lain, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Venezuela masih terus diguncang gempa susulan sejak dua gempa utama terjadi pada Rabu. Pelaksana Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengungkapkan sedikitnya 30 gempa susulan telah tercatat hingga Kamis.
 
Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah San Felipe di Negara Bagian Yaracuy. Hanya sekitar 39 detik kemudian, wilayah yang sama kembali diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,5 yang memperparah kerusakan.
 
USGS sebelumnya memperingatkan gempa kedua berpotensi memicu bencana kemanusiaan berskala besar. Lembaga tersebut memperkirakan peluang jumlah korban meninggal melebihi 10.000 orang mencapai sekitar 44 persen, sementara kemungkinan korban melampaui 100.000 orang diperkirakan sekitar 30 persen.
 
Sejumlah kota mengalami kerusakan berat akibat guncangan tersebut. Ibu kota Caracas turut merasakan dampak signifikan, dengan laporan kerusakan pada bangunan, infrastruktur, serta terganggunya layanan publik di sejumlah wilayah.
 
Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat nasional guna mempercepat koordinasi penanganan bencana. Menurut Delcy Rodriguez, kebijakan tersebut diperlukan agar distribusi bantuan, proses evakuasi, dan layanan kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
 
Hingga Kamis (25/6), otoritas Venezuela melaporkan sedikitnya 164 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara itu, 971 orang lainnya mengalami luka-luka, dan jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah karena tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap warga yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.
 
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak dengan melibatkan aparat pemerintah, relawan, serta dukungan dari komunitas internasional. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang masih hilang sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan