Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Sentuh Level Tertinggi

Ekonomi Ekonomi Amerika The Fed Dolar AS
Antara • 06 Mei 2022 08:28
New York: Dolar mencapai level tertinggi 20-tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Aksi jual saham yang tajam mendorong permintaan untuk mata uang safe haven dan Federal Reserve dipandang melakukan kebijakan moneter lebih ketat daripada rekan-rekannya.
 
Mengutip Antara, Jumat, 6 Mei 2022, saham-saham jatuh pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor khawatir The Fed mungkin perlu mengambil tindakan yang lebih drastis untuk mengendalikan inflasi.
 
Greenback turun pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) dan saham naik, setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada wartawan bahwa pembuat kebijakan tidak secara aktif mempertimbangkan kenaikan 75 basis poin di masa depan. Itu terjadi setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, seperti yang diperkirakan secara luas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasar mendukung keputusan Fed yang mengorbankan dolar karena membantu memadamkan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga agresif yang mendorong ekonomi ke dalam resesi," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo.
 
"Dolar bangkit kembali, karena suku bunga masih tampak di jalur ke lebih dari dua kali lipat (1,9 persen) pada Juli dan berpotensi tiga kali lipat (2,7 persen) pada akhir tahun, pandangan hawkish yang kuat yang membedakan The Fed dari saingan utamanya," tambahnya.

Tertinggi sejak Desember 2002

Indeks dolar mencapai 103,94, tertinggi sejak Desember 2002, sebelum jatuh kembali ke 103,73, naik 1,16 persen hari ini. Sterling jatuh ke level terendah sejak Juni 2020 setelah bank sentral Inggris (BoE) menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 2009 tetapi memperingatkan ekonomi berisiko resesi.
 
"Bank sentral Inggris sangat dovish. Mereka pada dasarnya memberi tahu pasar bahwa mereka benar-benar terlalu mahal di jalur suku bunga bank," kata Ahli Strategi Makro Wells Fargo Erik Nelson, di New York.
 
Mata uang Inggris terakhir merosot 2,25 persen pada 1,2351 dolar. Euro juga melemah setelah data Jerman menunjukkan bahwa pesanan industri pada Maret mengalami penurunan bulanan terbesar sejak Oktober lalu.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif