Ilustrasi harga minyak dunia. Foto : AFP.
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto : AFP.

Dalam Seminggu Harga Minyak Jatuh 5%

Ekonomi IMF minyak bumi rusia Ekonomi Global Harga Minyak Dunia
Antara • 23 April 2022 08:13
Houston: Harga minyak dunia tergelincir pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencatat kerugian mingguan hampir lima persen, di tengah prospek pertumbuhan global yang lebih lemah, suku bunga lebih tinggi dan penguncian Covid-19 di Tiongkok.
 
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni jatuh USD 1,68  atau 1,6 persen, menjadi menetap di USD 106,65 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni terpangkas USD 1,72 atau 1,7 persen, menjadi ditutup di USD 102,07 per barel.
 
Patokan global Brent mencapai USD 139 per barel bulan lalu, harga tertinggi sejak 2008, tetapi kedua kontrak acuan minyak turun hampir lima persen minggu ini karena kekhawatiran permintaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dana Moneter Internasional (IMF), minggu ini memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2022, dapat menurunkan peringkatnya lebih lanjut jika negara-negara Barat memperluas sanksi mereka terhadap Rusia atas perangnya melawan Ukraina, dan harga energi naik lebih lanjut.
 
Pemerintah Jerman akan memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk 2022 menjadi 2,2 persen dari 3,6 persen, kata sumber pemerintah. Sementara permintaan Tiongkok untuk bensin, solar, dan bahan bakar penerbangan pada April diperkirakan turun 20 persen dari tahun sebelumnya.
 
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kenaikan setengah poin dalam suku bunga AS pada pertemuan kebijakan Fed berikutnya pada Mei, mendorong dolar ke level tertinggi lebih dari dua tahun. Greenback yang lebih kuat membuat minyak dan komoditas lainnya lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.
 
"Pada tahap ini, kekhawatiran atas pertumbuhan China dan pengetatan berlebihan oleh The Fed, yang membatasi pertumbuhan AS, tampaknya menyeimbangkan kekhawatiran bahwa Eropa akan segera memperluas sanksi terhadap impor energi Rusia," kata Analis di Sekuritas Oanda Jeffrey Halley dikutip dari Antara, Sabtu, 23 April 2022.
 
Di sisi pasokan, Konsorsium Pipa Kaspia Rusia-Kazakh (CPC) diperkirakan akan melanjutkan ekspor penuh mulai 22 April setelah hampir 30 hari mengalami gangguan, kata sumber.
Jumlah rig minyak AS naik satu menjadi 549 minggu ini, jumlah tertinggi sejak April 2020, menurut laporan Baker Hughes Co.
 
Namun, keterbatasan pasokan memberikan dukungan karena Libya kehilangan produksi 550.000 barel per hari (bph) akibat gangguan. Pasokan bisa diperas lebih lanjut jika Uni Eropa memberlakukan embargo pada minyak Rusia.
 
Sebuah sumber Uni Eropa mengatakan  minggu ini bahwa Komisi Eropa sedang bekerja untuk mempercepat ketersediaan pasokan energi alternatif, sementara seorang penasihat senior Gedung Putih mengatakan dia yakin Eropa bertekad untuk menutup atau membatasi lebih lanjut ekspor minyak dan gas Rusia yang tersisa. Belanda mengatakan pihaknya berencana untuk berhenti menggunakan bahan bakar fosil Rusia pada akhir tahun ini.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif