Presiden AS terpilih Joe Biden. Foto ; AFP.
Presiden AS terpilih Joe Biden. Foto ; AFP.

Biden Tetap Berusaha Tegas terhadap Tiongkok

Ekonomi tiongkok joe biden RCEP pandemi covid-19
Arif Wicaksono • 17 November 2020 20:20
Wilmington: Presiden AS terpilih Joe Biden mengatakan Amerika Serikat harus bergabung dengan negara demokrasi dunia lainnya untuk menghadirkan front persatuan dalam kebijakan perdagangan global sebagai penyeimbang ke Tiongkok.
 
"Gagasan bahwa kami menusuk jari kami di mata teman-teman kami dan merangkul otokrat tidak masuk akal bagi saya," kata Biden dalam konferensi pers untuk membahas rencana ekonominya dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 17 November 2020.
 
Ditanya tentang apakah AS harus bergabung dengan blok perdagangan bebas yang baru dibentuk, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional, atau RCEP, Biden mengatakan dia telah berbicara dengan banyak pemimpin dunia tentang perdagangan internasional tetapi dibatasi oleh hukum AS untuk tidak dapat menjelaskan secara rinci dengan mereka atau di depan umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hanya ada satu presiden pada satu waktu yang bisa mengatakan apa kebijakan kami nantinya," katanya.
 
Dia berjanji untuk merilis rincian agenda kebijakan perdagangannya pada 21 Januari, sehari setelah dia menjabat.
 
"Kami perlu sejalan dengan negara demokrasi lain, sehingga kami dapat menetapkan aturan jalan alih-alih membuat Tiongkok dan negara lain mendikte hasil karena mereka satu-satunya pemain," kata Biden.
 
Presiden AS yang akan keluar Donald Trump menggunakan kebijakan perdagangan yang agresif terhadap kawan dan musuh, memberlakukan tarif pada baja, aluminium, dan barang-barang lain dari Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa, selain Tiongkok.
 
Pemerintahan Trump menghindari organisasi multilateral, dan melumpuhkan Organisasi Perdagangan Dunia atas klaim itu tidak adil bagi AS, melumpuhkan badan penyelesaian perselisihan dan memblokir penamaan direktur jenderal baru. Retorika Trump umumnya lebih bersahabat dengan Rusia dan Korea Utara.
 
Biden engatakan dia tidak akan mengejar kebijakan perdagangan yang "menghukum", tetapi lebih bertujuan untuk membuat pekerja Amerika lebih kompetitif, dan memastikan para pemimpin tenaga kerja dan lingkungan "berada di meja dalam setiap kesepakatan perdagangan yang kita buat".
 
Biden juga mengulangi janjinya untuk bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan kesepakatan iklim Paris, yang ditolak Trump.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif