Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Harga Emas Kian Terpuruk Imbas Dolar yang Terus Menguat

Ekonomi Harga Emas obligasi Penguatan Dolar
Antara • 09 September 2021 07:10
New York: Harga emas kembali tergelincir ke level terendah dua minggu pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), terpuruk di bawah level psikologis USD1.800 dalam dua hari berturut-turut.
 
Melansir Antara, Kamis, 9 September 2021, penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi menjadi faktor yang mendorong pelemahan emas.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange terpangkas lagi USD5 atau 0,28 persen menjadi USD1.793,50 per ounce.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini membuat frustrasi pasar emas, meskipun ada beberapa penghindaran risiko yang lebih tajam di pasar pekan ini, pasar emas tetap dilanda aksi jual," kata analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff.
 
Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang didorong oleh varian delta dalam pertumbuhan ekonomi telah mengguncang ekuitas minggu ini, tetapi aliran ke emas telah dibatasi oleh imbal hasil obligasi yang lebih kuat dan kenaikan dolar yang telah membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
 
"Kenaikan emas dibatasi pada tahun 2021, meskipun suku bunga rendah dan inflasi tinggi bukan pertanda baik untuk prospeknya dan kami memperkirakan harga emas rata-rata USD1.750 pada 2022 karena aliran investasi turun lebih jauh," kata Societe Generale dalam sebuah catatan.
 
Presiden Fed Bank New York, John Williams, mengatakan bahwa mungkin tepat bagi Federal Reserve untuk mulai mengurangi laju pembelian asetnya akhir tahun ini jika ekonomi AS terus membaik.
 
Investor juga mengamati pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis waktu setempat sebagai petunjuk apakah mungkin akan memutar kembali dukungan ekonomi.
 
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung naik di lingkungan suku bunga rendah, sementara beberapa investor juga memandang logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus.
 
Emas berada di bawah tekanan tambahan ketika Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan lowongan pekerjaan AS naik menjadi 10,9 juta pada Juli, meningkat dari rekor sebelumnya 10,2 juta pada Juni.
 
Tak lama setelah pasar ditutup, Federal Reserve menerbitkan Beige Book, mengatakan pertumbuhan ekonomi AS telah melambat ke kecepatan moderat pada awal Juli hingga Agustus, dan inflasi "stabil dengan kecepatan tinggi."
 
Emas mengurangi beberapa kerugiannya setelah rilis Beige Book.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 31,7 sen atau 1,3 persen menjadi USD24,056 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD19,8 atau 1,99 persen menjadi USD976,1 per ounce.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif