Kabut asap. Foto: Unsplash.
Kabut asap. Foto: Unsplash.

Indonesia Buka Wilayah Udara untuk Malaysia, Penyemaian Awan Digelar Lawan Kabut Asap

Arif Wicaksono • 24 Agustus 2026 19:16
Ringkasnya gini..
  • Indonesia memberikan izin kepada Malaysia untuk masuk ke wilayah udaranya guna melakukan operasi penyemaian awan atau cloud seeding.
  • Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama kedua negara untuk mengatasi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia.

Kuala Lumpur: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali bikin hubungan Indonesia-Malaysia semakin kompak.
 
Indonesia memberikan izin kepada Malaysia untuk masuk ke wilayah udaranya guna melakukan
operasi penyemaian awan atau cloud seeding.

Baca juga:  Cara Cek Titik Karhutla di Indonesia Secara Online Lewat SiPongi+ dan BMKG

Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama kedua negara untuk mengatasi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia.

Dikutip dari The Straits Times, Senin, 24 Agustus 2026, Indonesia saat ini meningkatkan berbagai upaya untuk memperlambat penyebaran kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi.

Dampaknya bukan cuma terasa di Indonesia. Di Malaysia, kabut asap bahkan membuat puluhan sekolah harus ditutup sepanjang Agustus.

Malaysia Siapkan Operasi Penyemaian Awan

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia dan Departemen Meteorologi Malaysia kini tengah menyiapkan jadwal operasi penyemaian awan di wilayah perbatasan kedua negara.Operasi tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama militer Indonesia.

Penyemaian awan dilakukan dengan memicu terbentuknya hujan di wilayah tertentu. Harapannya, hujan bisa membantu meningkatkan kelembapan dan mengurangi dampak kabut asap sekaligus membantu proses pemadaman kebakaran.

Malaysia juga menyatakan siap membantu Indonesia secara langsung untuk memadamkan kebakaran.

Kurup mengatakan jika Indonesia membutuhkan bantuan khusus, pemerintah Malaysia akan mengajukan permintaan tersebut kepada Kabinet untuk ditindaklanjuti.

Fokus Cegah Kabut Asap Makin Parah

Indonesia dan Malaysia juga sepakat meningkatkan upaya pemadaman serta pencegahan kebakaran menjelang sejumlah agenda nasional dalam beberapa minggu ke depan.

Salah satunya adalah Hari Malaysia pada 16 September, yang akan dirayakan di berbagai wilayah, termasuk Sarawak.

Sarawak menjadi salah satu wilayah Malaysia yang paling terdampak kabut asap karena lokasinya berdekatan dengan sejumlah provinsi di Kalimantan, Indonesia.
 
Kondisinya cukup serius. Data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia menunjukkan
enam distrik di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat pada 24 Agustus.

Bukan cuma Sarawak, kondisi udara tidak sehat juga terdeteksi di delapan distrik lain yang tersebar di empat negara bagian di Semenanjung Malaysia.

Kerja sama lintas negara pun menjadi semakin penting. Pasalnya, asap akibat karhutla tidak mengenal batas wilayah ketika kebakaran terjadi di satu negara, dampaknya bisa dengan cepat ikut dirasakan negara tetangga.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan