Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Kenaikan Harga Bensin AS Kerek Minyak Dunia

Ekonomi Amerika Serikat Tiongkok uni eropa Rusia-Ukraina pandemi covid-19 Kasus Covid-19 Tiongkok Harga Minyak Dunia
Antara • 14 Mei 2022 08:53
New York: Harga minyak melonjak sekitar empat persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) karena harga bensin Amerika Serikat (AS) melonjak ke rekor tertinggi. Sementara itu, Tiongkok tampak siap untuk melonggarkan pembatasan pandemi dan investor khawatir pasokan akan mengetat jika Uni Eropa melarang minyak Rusia.
 
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman pada Juli meningkat USD4,10 atau 3,8 persen menjadi USD111,55 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni bertambah USD4,36 atau 4,1 persen menjadi USD110,49 per barel.
 
Itu adalah penutupan tertinggi untuk WTI sejak 25 Maret sekaligus kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Sementara itu, brent mencatat penurunan mingguan untuk pertama kalinya dalam tiga minggu.
 
Bensin berjangka AS melonjak ke level tertinggi sepanjang masa setelah stok turun minggu lalu selama enam minggu berturut-turut. Itu mendorong ukuran margin keuntungan pemurnian ke level tertinggi sejak mencapai rekor pada April 2020 ketika WTI berakhir di wilayah negatif.
 
"Belum ada peningkatan penyimpanan bensin (AS) sejak Maret," kata direktur eksekutif energi berjangka di Mizuho, Robert Yawger, mencatat permintaan bensin siap melonjak ketika musim mengemudi musim panas mulai pada liburan akhir pekan Memorial Day AS.
 
Klub mobil AAA mengatakan harga bensin AS di SPBU naik ke rekor tertinggi pada Jumat, 13 Mei 2022 di USD4,43 per galon untuk bensin dan USD5,56 untuk diesel.
 
Harga minyak telah bergejolak, didukung oleh kekhawatiran kemungkinan larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia dapat memperketat pasokan. Akan tetapi, ditekan oleh kekhawatiran pandemi covid-19 yang bangkit kembali dapat memangkas permintaan global.
 
"Embargo Uni Eropa, jika diberlakukan sepenuhnya, dapat membuat sekitar tiga juta barel per hari (barel per hari) minyak Rusia offline, yang akan benar-benar mengganggu, dan pada akhirnya menggeser arus perdagangan global, memicu kepanikan pasar dan volatilitas harga yang ekstrem," kata analis Rystad Energy Louise Dickson.
 
Minggu ini, Moskow menjatuhkan sanksi pada beberapa perusahaan energi Eropa sehingga menyebabkan kekhawatiran tentang pasokan.
 
Di Tiongkok, pihak berwenang berjanji untuk mendukung ekonomi dan pejabat kota mengatakan bahwa Shanghai akan mulai melonggarkan pembatasan lalu lintas dan membuka toko pada bulan ini.
 
"Harga minyak mentah reli di tengah optimisme bahwa situasi covid-19 Tiongkok tidak memburuk dan karena aset-aset berisiko rebound," kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.
 
Saham global naik setelah minggu perdagangan yang bergejolak sekaligus mendorong indeks saham di Amerika Serikat dan Eropa.
 
Menekan harga minyak selama seminggu, inflasi dan kenaikan suku bunga mendorong dolar AS ke level tertinggi hampir 20 tahun terhadap sekeranjang mata uang hingga membuat minyak lebih mahal ketika dibeli dalam mata uang lain.
 
Uni Eropa mengatakan ada kemajuan yang cukup untuk meluncurkan kembali negosiasi nuklir dengan Iran. AS menghargai upaya Uni Eropa. Akan tetapi, belum ada kesepakatan dan tidak ada kepastian bahwa itu mungkin tercapai.
 
Analis mengatakan kesepakatan dengan Iran dapat menambah satu juta barel per hari pasokan minyak ke pasar.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif