Singapura. Foto : AFP.
Singapura. Foto : AFP.

Ekspor Nonminyak Singapura Tumbuh Melambat di April 2022

Arif Wicaksono • 17 Mei 2022 20:38
Singapura: Ekspor domestik nonminyak Singapura (NODX) tumbuh lebih lambat sebesar 6,4 persen dalam setahun di April 2022. Padahal ekspor sempat  tumbuh 7,7 persen dalam setahun di Maret 2022.
 
Ekspor elektronik dan nonelektronik meningkat membuat ekspor ke 10 negara pasar teratas secara keseluruhan naik pada April 2022, terutama karena Taiwan, Malaysia, dan AS, menurut data resmi yang dirilis oleh Enterprise Singapore (ESG), dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Ekspor NODX ke Tiongkok, Hong Kong dan Korea Selatan menurun. Pada basis penyesuaian musiman bulan ke bulan, NODX turun 3,3 persen di April, menyusul penurunan 2,3 persen pada bulan sebelumnya. Penjualan baik elektronik maupun nonelektronik mengalami penurunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada basis penyesuaian musiman, tingkat NODX mencapai 16,6 miliar dolar Singapura pada April, lebih rendah dari bulan sebelumnya 17,2 miliar dolar Singapura, tetapi lebih tinggi dari tingkat tahun lalu.
 
NODX naik sepanjang tahun, terutama karena pengiriman nonelektronik. Ekspor elektronik juga berkembang. Pada basis tahun-ke-tahun, NODX elektronik naik 12,8 persen di April, mengikuti pertumbuhan 11,5 persen di bulan sebelumnya.
 
Sirkuit terpadu, bagian dari sirkuit terpadu dan peralatan telekomunikasi masing-masing naik 13,4 persen, 94,2 persen, dan 25,4 persen, memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan NODX elektronik.
 
NODX nonelektronik meningkat sebesar 4,6 persen pada April 2022 dalam setahun mengikuti kenaikan 6,8 persen pada bulan sebelumnya.
 
Mesin khusus, alat ukur dan struktur kapal dan perahu memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan NODX non-elektronik, masing-masing meningkat sebesar 6,9 persen, 18,4 persen dan 305,6 persen.

Ekspor ke pasar utama

Ekspor NODX ke 10 pasar teratas secara keseluruhan naik di April, dengan kontributor terbesar untuk pertumbuhan itu adalah Taiwan, Malaysia, dan AS.
 
Ekspor ke Taiwan meningkat 29,9 persen di April, setelah naik 0,6 persen di Maret, karena mesin khusus, bagian dari sirkuit terpadu dan alat ukur.
 
Ekspor ke Malaysia naik 20,7 persen di April, mengikuti pertumbuhan 29,1 persen di bulan sebelumnya, karena sirkuit terpadu, peralatan sirkuit listrik dan bahan kimia utama.
 
Ekspor ke AS meningkat 10 persen di April, mengikuti ekspansi 68,1 persen di bulan sebelumnya, karena mesin khusus, aneka barang manufaktur dan alat ukur.
 
Ekspor ke pasar negara berkembang turun 1,5 persen di April, menyusul penurunan 28,9 persen di Maret. Penurunan ekspor ke pasar negara berkembang terutama disebabkan oleh Karibia dan Timur Tengah.
 
Dalam setahun total perdagangan tumbuh sebesar 21,8 persen di April, mengikuti kenaikan 17,6 persen di Maret. Total ekspor tumbuh 19,5 persen sementara total impor meningkat 24,4 persen.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif