Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia

Awal 2022 RCEP Resmi Diberlakukan, 10 Negara Ini Dapat Pembebasan Tarif dan Akses Pasar

Angga Bratadharma • 03 Januari 2022 06:30
Singapura: Aktivitas bisnis di 10 negara kawasan kini dapat menikmati manfaat penghapusan tarif dan akses pasar preferensial untuk produk-produk dari Tiongkok, Jepang, dan, Korea. Kondisi tersebut diharapkan memberi efek positif terhadap laju perekonomian di masing-masing negara terutama di tengah upaya pemulihan.
 
Mengutip The Business Times, Senin, 3 Januari 2022, langkah itu dilakukan setelah Australia, Brunei, Kamboja, Tiongkok, Jepang, Laos, Selandia Baru, Singapura, Thailand, dan Vietnam meratifikasi perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), yang mulai berlaku pada Sabtu, 1 Januari 2022.
 
Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, berdasarkan perjanjian RCEP, bisnis akan dapat menikmati penghapusan tarif untuk sekitar 92 persen barang yang diperdagangkan di antara negara-negara yang berpartisipasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini di atas akses pasar preferensial untuk produk tertentu di pasar RCEP seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea. "Produk khusus ini termasuk bahan bakar mineral, plastik, produk kimia lainnya, aneka makanan, dan minuman," kata MTI.
 
Juga akan ada peningkatan komitmen di atas perjanjian perdagangan bebas (FTA) Asean Plus One yang ada di beberapa sektor. "Investor akan dapat mengambil manfaat dari komitmen untuk melarang persyaratan kinerja dan ketentuan yang mengunci pelonggaran tindakan di masa depan," tambah MTI.
 
RCEP didasarkan pada perjanjian bilateral yang ada antara ASEAN dengan mitra perdagangan bebasnya, yang mencakup 30 persen dari produk domestik bruto global senilai USD26 triliun. Kekayaan intelektual, kebijakan persaingan, e-commerce, pengadaan pemerintah, dan usaha kecil dan menengah adalah beberapa bidang baru yang termasuk dalam perjanjian.

Memanfaatkan perjanjian RCEP

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong mencatat selama acara sosialisasi banyak bisnis di Singapura menunjukkan bahwa mereka tertarik untuk mengeksplorasi memanfaatkan perjanjian RCEP.
 
"Kami menantikan ratifikasi RCEP yang cepat oleh semua pihak yang tersisa sehingga potensi penuh dari kesepakatan tersebut dapat direalisasikan," ujarnya.
 
Pihak-pihak yang tersisa yang belum meratifikasi perjanjian termasuk Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Republik Korea. Perjanjian RCEP akan mulai berlaku untuk negara-negara ini 60 hari setelah mereka menyimpan instrumen ratifikasi mereka.
 
Perundingan RCEP secara resmi diluncurkan pada KTT ASEAN 2012 di Kamboja. Perjanjian tersebut ditandatangani pada 15 November 2020, dan kuorum untuk mulai berlaku dipenuhi pada November 2021.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif