Ilustrasi. FOTO: AFP/FREDERIC J. BROWN.
Ilustrasi. FOTO: AFP/FREDERIC J. BROWN.

Harga Minyak Nyungsep Imbas Tekanan Kekhawatiran Ekonomi dan Penguatan Dolar AS

Ekonomi Ekspor Gas impor Minyak Mentah Tiongkok rusia Pasar Keuangan pandemi covid-19
Antara • 10 Mei 2022 19:45
Singapura: Harga minyak turun lebih dari satu persen di sesi Asia pada Selasa sore, memperpanjang penurunan tajam karena penguncian virus covid-19 di importir minyak utama Tiongkok, dolar AS yang kuat, serta risiko resesi yang meningkat memicu kekhawatiran tentang prospek permintaan global.
 
Minyak mentah Brent merosot USD1,19 atau 1,1 persen menjadi USD104,75 per barel pada pukul 06.07 GMT setelah tergelincir ke level USD103,19.
 
Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun USD1,07 atau 1,0 persen menjadi USD102,02 per barel setelah mencapai level terendah intraday USD100,44.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Senin, 9 Mei 2022, kedua kontrak acuan minyak membukukan persentase penurunan harian terbesar sejak Maret, jatuh sekitar enam persen.
 
Penurunan mencerminkan tren di pasar keuangan global, karena investor melepaskan aset-aset berisiko di tengah kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga dan dampak yang dihasilkan terhadap pertumbuhan ekonomi.
 
Dolar bertahan di dekat level tertinggi 20 tahun, membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
 
"Situasi covid-19 di Tiongkok, kenaikan suku bunga, dan meningkatnya risiko resesi tidak membantu aset-aset berisiko," kata Kepala Penelitian Komoditas ING Warren Patterson.
 
Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekspor Tiongkok telah melambat menjadi satu digit, terlemah dalam hampir dua tahun, karena negara itu memperpanjang penguncian untuk mengekang penyebaran covid-19.
 
Harga minyak terangkat minggu lalu setelah Komisi Eropa mengusulkan embargo bertahap pada minyak Rusia. Namun, persetujuan telah tertunda di tengah permintaan dari anggota Eropa Timur untuk pengecualian dan konsesi.
 
Versi baru, yang saat ini sedang dirancang, kemungkinan akan membatalkan larangan kapal tanker Uni Eropa yang membawa minyak Rusia, setelah tekanan dari Yunani, Siprus dan Malta, kata sumber Uni Eropa.
 
"Jelas, anggota (UE) sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan, yang menunjukkan bahwa kita mungkin akan melihat lebih lanjut pengurangan paket yang diusulkan," kata Patterson.
 
Pasar keuangan juga memperhatikan kekhawatiran beberapa ekonomi Eropa dapat mengalami kesulitan jika impor minyak Rusia dibatasi lebih lanjut, atau jika Rusia membalas dengan menghentikan pasokan gas.
 
Pejabat Jerman diam-diam mempersiapkan penghentian mendadak pasokan gas Rusia, lapor Reuters. Paket darurat dapat mencakup pengambilan kendali atas perusahaan-perusahaan penting.
 
Penghentian pasokan gas Rusia ke Jerman akan memicu resesi yang dalam dan menelan korban setengah juta pekerjaan, kata seorang ekonom senior dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Selasa.
 
Hongaria juga telah menyatakan kembali posisinya bahwa mereka tidak akan menerima putaran baru sanksi yang diusulkan terhadap Rusia sampai kekhawatirannya ditangani.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif