Exxon mobile. Foto : AFP.
Exxon mobile. Foto : AFP.

Laba Exxon Bisa Melonjak Lagi di Kuartal II-2022

Antara • 06 Juli 2022 09:10
Houston: Para analis Wall Street secara tajam meningkatkan estimasi laba kuartal kedua Exxon Mobil Corp. Kondisi ini setelah produsen minyak terbesar asal Amerika Serikat (AS) itu memproyeksikan hampir dapat menggandakan pendapatan kuartal pertamanya.
 
"Ini akan menjadi salah satu kuartal terkuat dalam sejarah Exxon," kata Analis Credit Suisse Manav Gupta dikutip dari Antara, Rabu, 6 Juli 2022.
 
baca juga: ExxonMobil Cepu Berhasil Lifting Lagi, Negara Bakal Dapat Tambahan Pendapatan

Analis menunjukkan laba operasi sekitar USD16,8 miliar, puncak kuartalan yang bersejarah. Hasil resmi akan dirilis pada 29 Juli 2022.
 
Analis menaikkan prospek laba kuartalan mereka di Exxon menjadi sekitar USD4,02 per saham dari USD2,99 per saham sebelum laporan ke regulator sekuritas pada Jumat, 8 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Exxon memperkirakan keuntungan operasi minyak dan gas lebih dari USD10 miliar, USD4,5 miliar dari produksi bensin dan solar, dan sekitar USD2 miliar dari bahan kimia dan minyak motor.
 
Exxon, seperti perusahaan minyak AS lainnya, telah memanfaatkan keuntungan yang lebih tinggi untuk pengurangan utang dan berencana membeli kembali hingga USD30 miliar sahamnya.
 
Pada saat yang sama, juru bicara Exxon Casey Norton mengatakan Exxon berinvestasi lebih dari perusahaan AS lainnya untuk menumbuhkan produksi minyak dan gas alam.
 
Produksi serpih AS akan naik 25 persen tahun ini dan pemrosesan minyak di kilang terbesar Texas akan tumbuh 250 ribu barel per hari pada paruh pertama tahun depan.
 
Saham Exxon turun 3,0 persen menjadi USD84,81 karena harga acuan minyak jatuh USD10,73 per barel di tengah kekhawatiran kemungkinan resesi global dapat mengganggu permintaan.
 
Pengilangan terbesar di antara perusahaan minyak utama AS, Exxon akan menjadi penerima manfaat utama dari pasar produk olahan yang ketat.
 
"Kami pikir ini bisa mendorong peningkatan pendapatan material," ujar Analis Minyak RBC Capital Markets, Biraj Borkhataria.
 
"Dengan banyaknya pemerintah mensubsidi penggunaan produk minyak dalam waktu dekat, kami perkirakan margin penyulingan akan meningkat lebih jauh ke kuartal ketiga," kata Borkhataria.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif