Ilustrasi Samsung Electronics
Ilustrasi Samsung Electronics

Samsung Diprediksi Raup Laba Jumbo, Penjualan Chip AI Jadi Mesin Pertumbuhan

Annisa ayu artanti • 09 Juli 2026 17:15
Ringkasnya gini..
  • Samsung memproyeksikan laba operasional kuartal II 2026 melonjak sekitar 19 kali lipat berkat tingginya permintaan chip AI.
  • Permintaan semikonduktor AI masih melampaui pasokan global sehingga harga chip memori terus mengalami kenaikan.
Jakarta: Gelombang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) masih menjadi bahan bakar utama industri semikonduktor global. Samsung Electronics menjadi salah satu perusahaan yang menikmati lonjakan permintaan tersebut dengan proyeksi laba operasional yang melonjak drastis pada kuartal kedua 2026.
 
Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu memperkirakan laba operasionalnya meningkat sekitar 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong oleh tingginya permintaan chip memori AI yang hingga kini masih melampaui kapasitas pasokan global.
 
Samsung memperkirakan laba operasional mencapai 89,4 triliun won atau sekitar USD58,4 miliar sepanjang April hingga Juni 2026. Angka tersebut sekaligus menjadi rekor laba operasional kuartalan ketiga secara berturut-turut.

Sementara itu, penjualan diperkirakan mencapai 171 triliun won, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
Baca juga: Anthropic Kabarnya Gandeng Samsung Kembangkan Chip AI Kustom

Permintaan chip AI terus melonjak

Analis industri Marc Einstein dari Counterpoint Research mengatakan, proyeksi pendapatan perusahaan menandai salah satu kinerja kuartalan terbaik yang pernah ada, hal itu yang mendekati rekor sektor teknologi yang ditetapkan oleh Nvidia awal tahun ini.
 
"Ini semua berkaitan dengan booming AI karena perusahaan memori terus menikmati gelombang besar yang didorong oleh pasokan terbatas dan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya dilansir dari BBC, Kamis, 9 Juli 2026.
 
Perusahaan riset IDC mengatakan permintaan semikonduktor untuk pusat data dan infrastruktur AI lainnya berbeda dari apa pun yang pernah dialami industri memori. Hal itu berdampak pada pasokan chip untuk elektronik sehari-hari.
 
"Kami memperkirakan pasokan akan ketat hingga tahun depan mengingat permintaan yang tak kunjung reda dari pusat data AI," kata peneliti perangkat teknologi Bryan Ma dari IDC.
 
Samsung adalah salah satu produsen semikonduktor terbesar di dunia, membuat chip untuk perusahaan seperti Nvidia dan Google bersama dengan berbagai perangkat elektroniknya. 
 
Saham perusahaan teknologi besar telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena meningkatnya permintaan chip.
 
Saham Samsung turun hampir 7 persen di Seoul pada hari Selasa karena beberapa investor memperkirakan labanya akan lebih tinggi lagi.
 
Nilai pasar sahamnya telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun ini
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan