Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia

Menteri Singapura Yakin RCEP Beri Manfaat bagi Ekonomi dan Bisnis

Angga Bratadharma • 06 Januari 2022 15:05
Singapura: Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong mengatakan terdapat manfaat positif dari penghematan biaya hingga akses pasar yang lebih besar saat kesepakatan perdagangan terbesar di dunia mulai berlaku. Hal itu diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian di masa mendatang.
 
Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) adalah perjanjian perdagangan besar yang ditandatangani oleh 15 negara, yang secara kolektif mencakup sekitar sepertiga populasi dunia dan merupakan 30 persen dari ekonomi global. Ini termasuk Tiongkok tetapi tidak termasuk Amerika Serikat (AS) dan mulai berlaku pada 1 Januari.
 
"RCEP adalah perjanjian penting yang akan meningkatkan kolaborasi dan integrasi perdagangan di kawasan ini. Untuk bisnis, saya pikir mereka dapat mengharapkan banyak manfaat. Untuk permulaan, dari segi tarif, pelaku usaha dapat menikmati penurunan tarif hingga 92 persen," kata Gan Kim Yong, dilansir dari The Business Times, Kamis, 6 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini akan menghemat biaya untuk bisnis, juga akan memudahkan akses pasar," tambahnya.
 
Kesepakatan perdagangan ditandatangani oleh 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan lima mitra dagang terbesar mereka yaitu Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Negara-negara tersebut merupakan pasar 2,2 miliar orang dan 26,2 triliun dolar Singapura produksi global.
 
"Pakta tersebut akan memungkinkan transparansi yang lebih besar dan memfasilitasi ekspor layanan di berbagai bidang seperti layanan profesional, komputer dan layanan bisnis serta logistik dan distribusi," tuturnya.
 
Investor, tambahnya, juga bisa mendapatkan keuntungan dari kepastian yang lebih besar di sekitar investasi mereka. RCEP merupakan sinyal penting bagi seluruh dunia bahwa negara-negara anggota melihat integrasi dan kolaborasi sebagai cara penting untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan.
 
"Jadi, mereka percaya pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan," kata Gan.
 
Ia mengatakan Singapura berencana untuk terlibat dengan para pemimpin bisnis, dewan bisnis, dan berbagai badan industri lainnya untuk berbagi bagaimana perusahaan yang beroperasi di negara-kota dapat memanfaatkan RCEP.
 
"Ini adalah perjalanan dan dalam perjalanan ini, bagian pertama akan banyak berbagi dan mendidik. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan tidak hanya menandatangani perjanjian dan memberlakukannya," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif