New York: Emas tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini ketika para investor terus memposisikan diri untuk kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh Federal Reserve AS.
Melansir Antara, Jumat, 24 September 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD29 atau 1,63 persen menjadi USD1.749,80 per ounce.
Sehari sebelumnya, emas berjangka naik tipis USD0,6 atau 0,03 persen menjadi USD1.778,80 setelah melonjak USD14,4 atau 0,82 persen menjadi USD1.778,20, dan terangkat USD12,40 atau 0,71 persen menjadi USD1.763,80 pada Senin.
"Kami telah melihat imbal hasil naik, terutama suku bunga riil, dan itu menyeret emas lebih rendah," kata ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali.
Bank sentral AS mengatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi segera setelah November dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga mungkin lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kenaikan suku bunga Fed akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 22,8 sen atau satu persen, menjadi USD22,679 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober melemah USD4,1 atau 0,41 persen, menjadi USD997 per ounce.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan