ATM Bitcoin. Foto: Istimewa.
ATM Bitcoin. Foto: Istimewa.

Peringatan Penipuan di Seluruh ATM Bitcoin usai Kerugian Capai Rp640 Miliar

Arif Wicaksono • 03 Juli 2026 14:55
Jakarta: Pemerintah Kota San Antonio, Texas, mengambil langkah tegas untuk menekan maraknya penipuan yang memanfaatkan ATM Bitcoin. Mulai 1 Juli 2026, seluruh mesin ATM Bitcoin di kota tersebut diwajibkan memasang papan peringatan mengenai modus penipuan yang kerap menjerat masyarakat.
 

 
Dikutip dari Cryptonews. kebijakan tersebut diterapkan setelah Departemen Kepolisian San Antonio (SAPD) mencatat sekitar 660 laporan penipuan sepanjang Januari 2024 hingga April 2026. Total kerugian korban diperkirakan mencapai USD39 juta, atau sekitar Rp640 miliar (kurs Rp16.400 per dolar AS).

Modus Penipuan Mengatasnamakan Aparat

Berdasarkan data SAPD, para pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon dengan menyamar sebagai polisi, pegawai pengadilan, instansi pemerintah, hingga perusahaan penyedia layanan utilitas.
 
Mereka kemudian menciptakan situasi darurat, seperti adanya surat perintah penangkapan, denda yang belum dibayar, atau tagihan yang diklaim telah jatuh tempo.

Korban selanjutnya diarahkan untuk segera menyetorkan uang tunai melalui ATM Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.
 
Selama proses transaksi berlangsung, pelaku terus menjaga komunikasi melalui telepon sehingga korban tidak memiliki kesempatan berkonsultasi dengan keluarga, meminta bantuan pegawai toko, maupun menghubungi layanan darurat 911.
 
Setelah uang tunai dikonversi menjadi aset kripto dan dikirim ke dompet digital pelaku, transaksi tersebut hampir mustahil dibatalkan.

Lansia Jadi Korban Terbanyak

Data kepolisian menunjukkan hampir 38 persen korban berusia 66 tahun ke atas. Meski demikian, rentang usia korban cukup luas, mulai dari remaja hingga warga berusia lebih dari 90 tahun.
 
Sebagian besar kasus atau sekitar 88 persen menyebabkan kerugian di bawah USD50.000. Namun, terdapat empat kasus dengan nilai kerugian masing-masing melampaui USD1 juta.

Seluruh ATM Bitcoin Wajib Pasang Peringatan

San Antonio mengidentifikasi terdapat 193 lokasi ATM Bitcoin yang beroperasi di wilayahnya. Jumlah tersebut disebut lebih banyak dibandingkan kota besar lain di Texas seperti Dallas, Fort Worth, maupun Austin.
 
Melalui aturan baru tersebut, seluruh operator diwajibkan memasang papan informasi dalam bahasa Inggris dan Spanyol di setiap ATM Bitcoin.
 
Papan tersebut harus menggunakan huruf berukuran minimal 18 poin, mudah terlihat oleh pengguna, serta memuat berbagai peringatan mengenai modus penipuan kripto yang umum terjadi.
 
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar segera menghubungi layanan darurat apabila menerima tekanan untuk mengirim uang menggunakan ATM Bitcoin.
 
SAPD bertanggung jawab membuat, mendistribusikan, sekaligus mengawasi pemasangan rambu tersebut. Operator yang tidak mematuhi aturan dapat dikenai denda antara USD100 hingga USD500 untuk setiap pelanggaran, dengan sanksi tambahan apabila pelanggaran berlangsung lebih dari satu hari.

Texas Pertimbangkan Larangan ATM Bitcoin

Upaya San Antonio bukan satu-satunya langkah yang dilakukan di Texas.Sheriff Smith County, Larry Smith, juga tengah mendorong pemerintah negara bagian menerapkan larangan terhadap ATM Bitcoin setelah seorang perempuan lanjut usia kehilangan sekitar US$13.000 akibat penipuan yang diduga dijalankan seorang narapidana dari penjara di Georgia.
 
Usulan tersebut telah dibahas bersama sejumlah anggota legislatif Texas, termasuk perwakilan kantor Senator Bryan Hughes, anggota DPR negara bagian Cole Hefner dan Daniel Alders, serta pejabat dari Texas Financial Crimes Intelligence Center.
 
Beberapa negara bagian di Amerika Serikat, seperti Indiana, Tennessee, dan Minnesota, diketahui telah lebih dulu menerapkan pembatasan terhadap mesin kripto serupa.

Industri ATM Bitcoin Juga Menghadapi Tekanan

Di sisi lain, industri ATM Bitcoin di Amerika Utara juga sedang menghadapi tantangan.
Salah satu operator terbesar, Bitcoin Depot, yang mengoperasikan lebih dari 9.000 mesin kripto, mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada Mei 2026 setelah pendapatan kuartal pertama turun sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Perusahaan tersebut juga sempat digugat oleh Jaksa Agung Massachusetts karena sebagian besar pendapatan mesin ATM Bitcoin di negara bagian itu disebut berasal dari transaksi yang berkaitan dengan penipuan.
 
Analis investigasi dari Dinas Rahasia Amerika Serikat, Laura Bravo, menjelaskan bahwa aset kripto dapat dipindahkan jauh lebih cepat dibandingkan transaksi keuangan konvensional sehingga dana korban sulit dipulihkan.
 
Ia menambahkan, penggunaan ATM Bitcoin juga menghilangkan interaksi langsung dengan petugas bank yang biasanya dapat mengenali transaksi mencurigakan dan memperingatkan nasabah sebelum dana dikirim.
 
Maka SAPD menegaskan tidak ada lembaga pemerintah, kepolisian, pengadilan, maupun perusahaan utilitas yang akan meminta pembayaran melalui ATM Bitcoin.
 
Masyarakat diminta segera menghentikan transaksi apabila menerima permintaan semacam itu, meskipun pelaku menggunakan identitas aparat, mengetahui data pribadi korban, atau memalsukan nomor telepon resmi. Setelah uang dikonversi menjadi aset kripto dan dikirim ke dompet pelaku, transaksi pada umumnya tidak dapat dibatalkan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan