Bank Sentral Tiongkok. Foto ; AFP.
Bank Sentral Tiongkok. Foto ; AFP.

Bank Sentral Tiongkok Pertahankan Biaya Pinjaman Jangka Menengah

Ekonomi suku bunga ekonomi china Tiongkok pandemi covid-19 Bank Sentral citibank
Arif Wicaksono • 16 April 2022 17:30
Shanghai: Bank sentral Tiongkok mempertahankan biaya pinjaman pinjaman kebijakan jangka menengah untuk bulan ketiga berturut-turut seperti yang diharapkan pada Jumat, 15 April 2022.
 
Bank Rakyat China (PBOC) mengatakan pihaknya mempertahankan suku bunga pinjaman fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF) satu tahun senilai 150 miliar yuan (USD 23,52 miliar) untuk beberapa lembaga keuangan tidak berubah pada 2,85 persen dari operasi sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga likuiditas sistem perbankan cukup memadai.
 
Sebaliknya, pelaku pasar semakin mengharapkan bank sentral lebih agrasif dengan pengurangan jumlah uang tunai yang harus disisihkan bank sebagai cadangan. Bank investasi global termasuk Citi mengharapkan pengurangan rasio persyaratan cadangan (RRR) seperti itu dapat disampaikan pada hari Jumat, 16 April 2022, dengan banyak yang mengharapkan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut masih dalam perjalanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami ragu pemotongan RRR yang akan datang akan menjadi langkah pelonggaran terakhir, mengingat tantangan berat yang dihadapi ekonomi Tiongkok," kata Ekonom Senior Tiongkok di Capital Economics Julian Evans-Pritchard dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 16 April 2022.
 
"Kami terus mengantisipasi 20 basis poin penurunan suku bunga kebijakan tahun ini dan percepatan lebih lanjut dalam pertumbuhan kredit." jelas dia.
 
Penyebaran cepat kasus Covid-19 baru-baru ini telah menyebabkan penguncian di selusin kota di seluruh negeri, termasuk pusat keuangan Shanghai, meningkatkan kekhawatiran atas gangguan yang lebih luas terhadap kegiatan ekonomi.
 
"Itu berarti pembuat kebijakan perlu menawarkan lebih banyak stimulus untuk memastikan ekonomi berada di jalur untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini sekitar 5,5 persen," kata para analis.
 
Jajak pendapat Reuters terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok kemungkinan akan melambat menjadi 5 persen pada 2022 di tengah wabah Covid-19 yang baru dan pemulihan global yang melemah, menambah tekanan pada bank sentral untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut.
 
Dengan pinjaman MLF senilai 150 miliar yuan yang jatuh tempo pada hari Jumat, 16 April 2022, operasi tersebut menghasilkan nol injeksi kas bersih ke dalam sistem perbankan.
 
Bank Sentral Tiongkok juga menyuntikkan 10 miliar yuan melalui reverse repo tujuh hari sambil menjaga biaya pinjaman tidak berubah pada 2,1 persen, menurut sebuah pernyataan online.
Tiga puluh satu dari 45 pedagang dan analis, atau hampir 70 persen dari semua peserta dalam jajak pendapat Reuters, memperkirakan tidak ada perubahan tingkat MLF.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif