Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP
Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP

Reli Berlanjut, Yuan Gilas Dolar AS

Antara • 23 Mei 2022 10:26
Beijing: Menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok, yuan melonjak 731 basis poin menjadi 6,6756 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin. Kondisi itu memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut setelah akhir pekan lalu menguat 37 basis poin.
 
Mengutip Antara, Senin, 23 Mei 2022, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar 2,0 persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap USD didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.
 
Sementara itu, dolar mengawali pekan ini dengan lesu pada Senin pagi, menyusul kerugian mingguan pertama dalam hampir dua bulan. Hal itu karena investor memangkas spekulasi kenaikan dolar lebih lanjut dari kenaikan suku bunga AS dan berubah berharap bahwa pelonggaran penguncian di Tiongkok dapat membantu pertumbuhan global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasar saham berjangka AS melambung tajam di awal perdagangan Asia dan menarik dolar Australia dan Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko. Aussie terakhir naik 0,4 persen pada USD0,7080 dan telah terangkat 3,8 persen dalam satu setengah minggu. Kiwi naik 0,6 persen menjadi USD0,6450, tertinggi dalam tiga minggu.
 
"Ini awal yang cukup positif untuk minggu ini. Kami memang memiliki pembalikan tajam dari kelemahan pasar ekuitas AS dalam satu jam terakhir atau lebih pada Jumat, 20 Mei. Jadi mungkin ada beberapa momentum di sana. Dolar AS tampak, untuk saat ini, kehilangan momentum kenaikan," kata Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank Ray Attrill.
 
Euro dan yen naik, dengan yen menguat 0,1 persen menjadi 127,83 per dolar dan euro naik 0,2 persen pada 1,0586 dolar menyusul kenaikan 1,5 persen minggu lalu terhadap dolar. Indeks dolar AS turun 0,1 persen menjadi 102,790, sekitar dua persen di bawah level tertinggi dua dekade di 105,010 yang dibuat pada awal Mei.
 
"Dolar mungkin mencapai puncaknya, mengingat ketahanan Eropa terhadap guncangan energi dan potensi pelonggaran penguncian di Tiongkok," kata Ahli Strategi Commonwealth Bank of Australia Joe Capurso.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif