Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ledakan Inflasi Jadi Penyulut Harga Emas Dunia Rebound

Ekonomi Inflasi Harga Emas emas Harga Emas Dunia Inflasi Global
Antara • 27 April 2022 07:11
Chicago: Emas dunia menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), sedikit pulih dari penurunan ke level terendah lebih dari satu bulan di sesi terakhir. Hal itu karena investor mencari perlindungan pada aset-aset aman dari kekhawatiran terhentinya pertumbuhan global dan melonjaknya inflasi.
 
Mengutip Antara, Rabu, 27 April 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange terdongkrak USD8,1 atau 0,43 persen menjadi USD1.904,10 per ons. Harga muncul kembali di atas level psikologis USD1.900 per ons, setelah sempat jatuh ke USD1.890,20 pada Senin, 25 April -terendah sejak 29 Maret.
 
Emas berjangka anjlok USD38,30 atau 1,98 persen menjadi menetap di USD1.896,00 pada Senin, 25 April, setelah merosot sebanyak USD13,9 atau 0,71 persen menjadi USD1.934,30 pada Jumat, 22 April, dan turun USD7,4 atau 0,38 persen menjadi USD1.948,20 pada Kamis, 21 April.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa aksi beli muncul kembali di produk-produk safe haven seperti emas, setelah berita tentang penguncian Tiongkok yang berdampak pada permintaan di pasar energi dan logam," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger, juga menghubungkan kenaikan tersebut dengan bargain hunting menyusul penurunan berlebihan.
 
Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko ekonomi dan politik, termasuk perang Ukraina, kenaikannya dibatasi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang cepat, yang meningkatkan peluang kerugian memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
 
Dolar AS yang lebih tinggi juga memperlambat kenaikan emas. "Pasar mulai percaya bahwa Fed bersedia menjadi sedikit lebih agresif dan karenanya telah mengambil kerugian dari beberapa reli komoditas ini," kata Meger.
 
The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada masing-masing dari dua pertemuan berikutnya. Tetapi pada saat yang sama, ini membuat pasar khawatir bahwa pengetatan yang agresif dapat menggelincirkan ekonomi global.
 
Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun sebanyak 12,6 sen atau 0,53 persen, menjadi USD23,544 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD7,1 atau 0,78 persen menjadi  USD912,1 per ons.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif