Ilustrasi. FOTO: RBS
Ilustrasi. FOTO: RBS

Sri Mulyani Sebut Dunia Terancam Resesi di 2023, Apa Itu?

Sri Yanti Nainggolan • 27 September 2022 15:26
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan perkembangan keuangan global pada 2023. Resesi ekonomi diprediksi terjadi tahun depan. 
 
"Bank Dunia menyampaikan kalau seluruh bank sentral di dunia melakukan peningkatan suku bunga cukup ekstrem secara bersama-sama, maka dunia akan mengalami resesi di 2023," ucap dalam Konferensi Pers APBN KITA secara virtual, dikutip Selasa, 27 September 2022.
 
"Inilah yang sekarang sedang terjadi, yaitu kenaikan suku bunga oleh bank sentral terutama di negara maju secara cukup cepat dan ekstrem dan itu pasti memukul pertumbuhan ekonomi di negara tersebut," lanjut dia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, dia menuturkan Indonesia harus melakukan antisipasi terhadap kemungkinan kinerja perekonomian dunia yang akan mengalami pelemahan akibat kenaikan inflasi dan suku bunga.
 
Sri Mulyani Sebut Dunia Terancam Resesi di 2023, Apa Itu?
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. AFP PHOTO/PRAKASH SINGH.
 

Apa itu resesi?

Dilansir dari situs OJK, resesi ekonomi secara sederhana adalah suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.
 

Apa dampak resesi?

Resesi mmebuat aktivitas ekonomi mulai terganggu dan berakibat pada pelemahan daya beli serta perlambatan ekonomi. Berikut tiga dampak resesi:

1. PHK meningkat

Perlambatan ekonomi akan membuat sektor riil menahan kapasitas produksinya sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan sering terjadi. Bahkan, beberapa perusahaan mungkin menutup dan tidak lagi beroperasi.
 
Baca: Habis dari Amerika, Luhut Minta Indonesia Bersiap Hadapi Badai Krisis Dunia
 

2. Investor menarik investasi 

Kinerja instrumen investasi akan mengalami penurunan sehingga investor cenderung menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman.
 

3. Daya beli menurun 

Ekonomi yang semakin sulit pasti berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat karena mereka akan lebih selektif menggunakan uangnya dengan fokus pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu.

 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif