| Baca juga: Drama Baru di Selat Hormuz, Iran Bentuk Badan Khusus, Kapal Dagang Harus Siap “Rules” Baru |
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pembahasan kerangka kesepakatan terkait Selat Hormuz memang belum final, namun prosesnya bergerak ke arah yang lebih konstruktif.
Dikutip dari Antara, Rubio menjelaskan bahwa perundingan berlangsung secara tidak langsung antara AS dan Iran dengan mediasi Pakistan. Ia menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional yang harus terbuka bagi aktivitas pelayaran global.
Menurut Rubio, dalam 48 jam terakhir AS bersama sejumlah negara mitra di kawasan Teluk berhasil mendorong kemajuan diplomatik terkait pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya transit.
Ia menilai kesepakatan tersebut nantinya tidak hanya berdampak pada kelancaran distribusi energi global, tetapi juga berpotensi membuka ruang penyelesaian terhadap isu program nuklir Iran yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.
Meski demikian, Rubio menekankan implementasi kesepakatan Selat Hormuz masih membutuhkan persetujuan penuh dari Iran serta negosiasi teknis lanjutan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dikabarkan telah berbicara dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah guna membahas perkembangan negosiasi Selat Hormuz dan hubungan dengan Iran.
Trump menyebut sebagian besar poin utama dalam kesepakatan telah dibahas dan kini mendekati tahap finalisasi. Rubio kembali menegaskan tujuan utama AS tetap memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Menurut dia, persoalan tersebut cukup kompleks sehingga membutuhkan penyelesaian bertahap melalui jalur diplomatik.
“Kami lebih memilih solusi diplomasi untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Rubio.
Ia juga memberi sinyal bahwa kabar positif mengenai Selat Hormuz kemungkinan dapat diumumkan dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News