Menteri Keuangan AS Janet Yellen. FOTO: AFP Photo/Mandel Ngan
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. FOTO: AFP Photo/Mandel Ngan

Yellen: Keputusan Eropa Melarang Energi Rusia Dapat Membahayakan Ekonomi

Ekonomi Ekonomi Amerika ekonomi eropa ekonomi rusia uni eropa Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Angga Bratadharma • 28 April 2022 10:02
Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan keputusan Eropa melarang impor minyak dan gas dari Rusia dapat memiliki konsekuensi ekonomi yang tidak diinginkan. Sejauh ini, negara-negara Barat terus menggempur Moskow dengan sanksi atas alasan invasinya ke Ukraina.
 
Negara-negara besar Eropa termasuk Jerman telah menghadapi seruan untuk berhenti membeli energi dari Rusia dan membuat pendapatan ekonominya kelaparan sebagai pembalasan atas invasi ke Ukraina, yang telah mengirim lebih dari lima juta orang melarikan diri.
 
Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal dan Menteri Keuangan Sergiy Marchenko di Washington, Yellen mengatakan, larangan seperti itu pada akhirnya dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Eropa jelas perlu mengurangi ketergantungannya pada Rusia sehubungan dengan energi. Tapi kita perlu berhati-hati ketika kita berpikir tentang larangan Eropa sepenuhnya, katakanlah, impor minyak," kata Yellen, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 28 April 2022.

Menaikkan harga minyak global

Ia mengatakan keputusan Eropa untuk melarang energi Rusia akan menaikkan harga minyak global. Bahkan, hal itu diyakini hanya memiliki sedikit dampak negatif bagi Moskow. Pasalnya, meski negara yang kini dipimpin Vladimir Putin itu mengekspor energi lebih sedikit tapi harga yang didapatkan akan naik.
 
"Jika kita bisa menemukan cara untuk melakukan itu tanpa merugikan seluruh dunia melalui harga energi yang lebih tinggi, itu akan menjadi ideal," kata Yellen.
 
Uni Eropa, yang mengimpor sekitar 45 persen gasnya dari Rusia, sedang berupaya memperluas sanksinya untuk memasukkan embargo minyak dan gas. Tetapi para pejabat mengatakan pekan lalu bahwa tindakan semacam itu akan memakan waktu beberapa bulan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif