Ilustrasi aktivitas eksplorasi minyak mentah dunia - - Foto: dok AFP
Ilustrasi aktivitas eksplorasi minyak mentah dunia - - Foto: dok AFP

Lockdown di Tiongkok Bikin Harga Minyak Dunia Ambruk 6%

Ekonomi minyak bumi Minyak Mentah ekonomi china pandemi covid-19 Harga Minyak turun Lockdown Harga Minyak Dunia
Antara • 10 Mei 2022 06:52
New York: Harga minyak dunia merosot tajam hingga enam persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Penurunan harga terimbas dampak lockdown di Shanghai, Tiongkok selaku importir utama minyak dunia.
 
Mengutip Antara, Selasa, 10 Mei 2022, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, anjlok USD6,45 atau 5,7 persen menjadi USD105,94 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Juni jatuh USD6,68 atau 6,1 persen menjadi USD103,09 per barel.
 
Sebelumnya, kedua kontrak acuan minyak telah naik sekitar 35 persen sepanjang tahun ini. Pasar keuangan global khawatir atas kenaikan suku bunga dan resesi yang disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penguncian covid di Tiongkok berdampak negatif pada pasar minyak, yang dilanda aksi jual bersamaan dengan ekuitas," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.
 
Adapun impor minyak mentah oleh Tiongkok dalam empat bulan pertama 2022 merosot 4,8 persen dari tahun lalu, tetapi impor April naik hampir 7,0 persen.
 
Sementara itu, impor minyak Iran oleh Tiongkok pada April turun dari volume puncak yang terlihat pada akhir 2021 dan awal 2022 karena permintaan dari penyulingan independen melemah setelah lockdown di negara tersebut.
 
Hal ini juga berdampak pada indeks saham Wall Street yang jatuh dan dolar mencapai level tertinggi dua dekade sehingga membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
 
Di sisi lain, Arab Saudi sebagai pengekspor minyak utama dunia, menurunkan harga minyak mentah buat Asia dan Eropa untuk Juni. Di Rusia, produksi minyak naik pada awal Mei dari April tapi Komisi Eropa mengusulkan embargo bertahap pada minyak Rusia.
 
Komisi Eropa sedang mempertimbangkan untuk menawarkan lebih banyak uang kepada negara-negara bagian timur Uni Eropa untuk meningkatkan infrastruktur minyak mereka.
 
"Embargo minyak Uni Eropa akan memicu pergeseran seismik di pasar minyak mentah Eropa dan global, yang Rystad Energy perkirakan dapat melihat sebanyak 3,0 juta bph (barel per hari) impor minyak mentah Uni Eropa dari Rusia dipotong pada Desember 2022 dalam implementasi penuh kebijakan tersebut," tambah kepala riset pasar minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif