Ilustrasi produksi nikel indonesia. Foto : AFP.
Ilustrasi produksi nikel indonesia. Foto : AFP.

Persaingan Akses ke Bahan Baku Nikel dan Lithium Sangat Cepat

Ekonomi nikel Rusia-Ukraina Baterai Litium Kendaraan Listrik
Antara • 03 Mei 2022 11:36
Jakarta: Data Transport and Environment (T&E) Grup menunjukan harus ada cukup nikel dan lithium untuk memproduksi hingga 14 juta kendaraan listrik (EV) secara global pada 2023, sehingga Eropa harus mengamankan lebih banyak bahan baku untuk beralih dari minyak lebih cepat.
 
Dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 3 Mei 2022, dalam sebuah studi berdasarkan data BloombergNEF tentang volume maksimum global nikel dan lithium tingkat baterai EV, T&E mengatakan harus ada cukup cadangan nikel untuk membuat 21 juta EV secara global pada 2025. Tidak termasuk nikel Rusia, T&E mengatakan harus ada bahan baku yang cukup untuk 19 juta EV pada 2025.
 
Penjualan EV global meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4,2 juta kendaraan pada 2021 dari lebih dari dua juta pada tahun 2020. Konsultan otomotif LMC memperkirakan penjualan EV global akan mencapai sembilan juta pada 2023 dan 14,2 juta pada 2025.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga bahan baterai EV telah melonjak selama setahun terakhir, dengan nikel tingkat baterai memecahkan rekor baru setelah invasi ke Ukraina karena Rusia adalah produsen nikel utama.
 
Beberapa analis telah memperingatkan kemacetan pasokan baterai jangka pendek karena industri otomotif dengan cepat mempercepat produksi mobil nol-emisi, yang kemudian dapat diikuti oleh melimpahnya proyek pertambangan dan pabrik baterai yang mulai online.
 
T&E mengatakan persaingan untuk lithium dan nikel sangat ketat dan mencatat baik Tiongkok dan Amerika Serikat telah bekerja untuk memastikan akses ke bahan baku tersebut.
 
Eropa perlu mengikuti dan membentuk badan untuk memastikan pasokan "logam kritis yang bersumber secara berkelanjutan.
 
"Sementara Tiongkok dan AS melenturkan otot kebijakan mereka untuk mengamankan pasokan logam penting, para pemimpin Eropa menjelajahi dunia untuk lebih banyak minyak," kata Direktur Senior T&E Julia Poliscanova.
 
"Sekarang adalah waktunya untuk fokus pada sumber bahan baku berkelanjutan yang dibutuhkan benua untuk kemandirian energi kita dan masa depan yang hijau," jelas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif