Melansir Xinhua, Selasa, 18 Mei 2021, menurut data awal yang dirilis oleh Kantor Kabinet, angka tersebut mencatat ini adalah kontraksi tahunan terbesar dalam catatan sejak data mulai dikumpulkan pada tahun fiskal 1955.
Rekor penurunan sebelumnya adalah penyusutan 3,6 persen pada tahun fiskal 2008 yang ditandai dengan terjadinya krisis keuangan global.
Sementara itu, statistik pemerintah menunjukkan ekonomi negara itu pada periode Januari-Maret mengalami kontraksi tahunan sebesar 5,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini merupakan penyusutan pertama dalam tiga kuartal, karena keadaan darurat kedua terkait pandemi covid-19.
Selain itu data pemerintah menunjukkan penurunan PDB riil, nilai total barang dan jasa yang diproduksi di negara yang disesuaikan dengan inflasi, sesuai dengan kontraksi 1,3 persen pada basis kuartalan yang disesuaikan secara musiman.
Kontraksi PDB triwulanan terbaru lebih buruk daripada proyeksi rata-rata ekonom sektor swasta dari penyusutan tahunan 4,61 persen.
Di tengah kembalinya infeksi covid-19 sejak November, pemerintah mengumumkan keadaan darurat kedua pada awal Januari untuk wilayah metropolitan Tokyo. Kondisi itu diperluas menjadi 11 dari 47 prefektur Jepang dalam waktu seminggu sebelum sepenuhnya diangkat pada akhir Maret.
Keadaan darurat yang mengharuskan orang untuk tinggal di rumah, membuat restoran dan bar mempersingkat jam buka. Sehingga menyebabkan penurunan tajam 1,4 persen pada konsumsi swasta.
Setelah menandai rekor penurunan PDB yang tinggi pada kuartal kedua 2020 karena keadaan darurat pertama terkait covid-19 dari April hingga Mei, ekonomi Jepang pulih dengan kuat hingga kuartal Oktober-Desember dengan dimulainya kembali aktivitas ekonomi secara bertahap yang berkontribusi pada konsumsi dan ekspor.
Ke depan, beberapa analis memperkirakan ekonomi Jepang akan terus berkontraksi pada periode April-Juni saat ini, karena keadaan darurat ketiga yang diumumkan akhir bulan lalu diperpanjang dan diperluas untuk mencakup Tokyo dan delapan prefektur di tengah penyebaran varian covid yang lebih menular, sementara negara tersebut tertinggal dalam peluncuran vaksinnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News