ADB. Foto : AFP.
ADB. Foto : AFP.

Penerbitan Obligasi di Asia Timur Capai USD2,2 Triliun

Ekonomi obligasi asia Asian Development Bank (ADB)
Arif Wicaksono • 25 November 2020 16:22
Manila: Penerbitan obligasi negara berkembang di Asia Timur pada kuartal ketiga naik menjadi USD2,2 triliun atau naik 6,4 persen kuartal-ke-kuartal dan 39,8 persen tahun-ke-tahun.
 
"Kenaikan ini karena pemerintah meminjam untuk mendukung perusahaan besar dalam program stimulus," ujar Bank Pembangunan Asia (ADB) dikutip dari Xinhua, Rabu, 25 November 2020.
 
ADB's Asia Bond Monitor menunjukkan bahwa obligasi mata uang lokal yang beredar di negara berkembang Asia Timur mencapai USD18,7 triliun pada akhir September atau naik 4,8 persen dari Juni dan 17,4 persen lebih tinggi dari tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai bagian dari Produk Domestik Bruto (PDB), pasar obligasi Asia Timur yang sedang berkembang naik menjadi 95,6 persen pada akhir September dari 91,6 persen pada akhir Juni. Meningkatnya obligasi yang beredar terhadap PDB disebabkan oleh peningkatan pembiayaan pemerintah daerah untuk memerangi efek buruk pandemi covid-19.
 
"Kami melihat peningkatan dalam sentimen investasi global, tetapi ketidakpastian atas lintasan pandemi penyakit virus korona (covid-19) masih membebani prospek ekonomi kawasan," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada.
 
ADB menyebutkan obligasi pemerintah tetap menjadi kontributor dominan pasar obligasi kawasan dengan nilai USD11,5 triliun pada akhir September.
 
Obligasi korporasi mencapai USD7,2 triliun. Tiongkok adalah pasar obligasi mata uang lokal terbesar, yang terdiri dari 77,5 persen dari total saham obligasi Asia Timur yang sedang berkembang.
 
Pandemi covid-19 tetap menjadi risiko penurunan terbesar bagi pasar obligasi Asia Timur yang sedang berkembang dan prospek global, terutama kemungkinan gelombang baru kasus positif dan penguncian terkait pembatasan lain pada kegiatan ekonomi. Negara yang masuk dalam kategori Asia Timur berkembang terdiri dari Tiongkok, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif