Lead Co-Chair T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro. Foto : AFP/Molly.
Lead Co-Chair T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro. Foto : AFP/Molly.

Negara G20 Masih Butuh Investasi Infrastruktur Digital

Ekonomi infrastruktur Ekonomi Digital pandemi covid-19 Bambang Brodjonegoro G20
Antara • 26 April 2022 16:55
Jakarta: Lead Co-Chair T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan investasi lebih lanjut dalam infrastruktur digital masih diperlukan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, terutama bagi negara-negara anggota G20.
 
"Khususnya investasi pada jaringan pita lebar berkecepatan tinggi yang sangat penting untuk mendukung ekonomi digital G20 yang inovatif dan inklusif," kata Bambang Brodjonegoro dalam webinar Smarter World Innovation Challenge, dikutip dari Antara, Selasa, 26 April 2022.
 
Untuk bertransformasi secara digital, kekurangan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, dan jaringan pita lebar berkecepatan tinggi cenderung masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Selain itu, hambatan lain berupa letak geografis, administrasi, dan ketidakpastian peraturan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Transformasi digital perlu disertai dengan pedoman dan peraturan agar transformasi dapat meningkatkan keamanan, meningkatkan efisiensi, dan mengatasi tantangan sosial dan organisasi yang muncul," imbuh Bambang.
 
Transformasi digital di Indonesia juga menghadapi tantangan karena belum sepenuhnya inklusif atau menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
 
Di samping itu dari sisi pemerintah, ia memandang masih banyak yang mempertahankan teknologi yang ketinggalan zaman atau belum di-update sehingga menyulitkan perusahaan yang ingin mengintegrasikan seluruh sistem usahanya dengan teknologi baru.
 
"Ancaman terhadap keamanan dunia maya juga meningkat ketika kita terus menggunakan sistem lama atau teknologi yang sudah ketinggalan zaman," katanya.
 
Selain itu, kurangnya pembaruan teknologi membuat sistem digital lebih rentan terhadap serangan dunia maya dan berpotensi membuat Indonesia kehilangan bakat baru yang muncul di pasar tenaga kerja digital.
 
"Budaya tempat kerja yang saat ini cenderung stagnan menjadi penghambat transformasi digital," kata Bambang Brodjonegoro.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif