Mata Uang Dolar AS. Foto : AFP.
Mata Uang Dolar AS. Foto : AFP.

Setelah Capai Level Tertinggi, Dolar AS Terkoreksi Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Ekonomi jepang The Fed Dolar AS Mata Uang Euro
Antara • 30 April 2022 08:47
New York: Mata uang Dolar AS tergelincir dari tertinggi 20 tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) karena aksi ambil untung.
 
Meskipun menurun Dolar AS masih membukukan bulan terbaik dalam tujuh tahun terakhir karena kekhawatiran tentang ekonomi global dan kenaikan suku bunga The Fed mendukung permintaan greenback.
 
Dolar AS mencapai level tertinggi 20 tahun terhadap yen pada Kamis, 28 April 2022, karena mata uang Jepang dirugikan oleh kebijakan bank sentral Jepang (BOJ) yang dovish.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dolar juga mencapai tertinggi lima tahun terhadap euro, yang telah turun tajam sejak invasi Rusia ke Ukraina, karena investor khawatir tentang keamanan energi Eropa, inflasi dan pertumbuhan.
 
Greenback mengembalikan sebagian dari kenaikan itu pada Jumat, 29 April 2022, karena investor mengambil untung, tetapi masih mengakhiri bulan ini dengan kuat.
 
"Kami telah melihat beberapa kekuatan dolar berbasis luas," kata Ahli strategi valas di UBS di New York Vassili Serebriakov dikutip dari Antara, Sabtu, 30 April 2022.
 
"Ada cerita umum, yang lebih berkaitan dengan kekhawatiran tentang siklus global dan yang membantu dolar melalui penghindaran risiko, tetapi kemudian ada beberapa cerita istimewa seperti dolar/yen." jelas dia.
 
Kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah meningkat ketika Tiongkok memberlakukan penguncian dalam upaya untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
 
Ibu kota Tiongkok, Beijing, menutup lebih banyak bisnis dan kompleks perumahan pada Jumat, 29 April 2022, dengan pihak berwenang meningkatkan pelacakan kontak untuk menahan wabah Covid-19, sementara kebencian pada penguncian selama sebulan di Shanghai meningkat.
 
Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya terakhir 102,94, setelah mencapai 103,93 pada Kamis, 28 April 2022, yang merupakan tertinggi sejak Desember 2002. Naik 4,76 persen pada bulan tersebut, kenaikan terbesar sejak Januari 2015.
 
Yen berada di 129,32 per USD, setelah mencapai 131,24 per USD pada Kamis, 28 April 2022, terlemah sejak April 2002. Dolar AS melonjak 6,41 persen terhadap mata uang Jepang pada April, bulan terbaik sejak November 2016.
 
BOJ memperkuat komitmennya untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah dengan berjanji untuk membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas setiap hari untuk mempertahankan target imbal hasil, memicu aksi jual baru dalam yen.
 
Euro berada di level 1,0569 per USD, setelah turun menjadi 1,0470 per USD pada Kamis, 28 April 2022, terendah sejak Januari 2017. Mata uang tunggal tersebut telah anjlok 4,51 persen bulan ini, terbesar sejak Januari 2015.
 
Greenback secara singkat memangkas kerugian setelah belanja konsumen AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada Maret di tengah permintaan yang kuat untuk jasa-jasa, sementara inflasi bulanan melonjak paling besar sejak 2005.
 
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dan mengumumkan rencana untuk mengurangi neraca USD 9 triliun  ketika mengakhiri pertemuan dua hari pada Rabu, 4 Mei 2022, untuk mengatasi inflasi yang melonjak.
 
Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan suku bunga dana fed naik menjadi 2,83 persen pada akhir tahun, dari 0,33 persen pada posisi sekarang.
 
Namun, beberapa analis mencatat bahwa pasar telah memperkirakan pengetatan Fed yang agresif, yang dapat mengurangi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di masa depan dan kenaikan Dolar AS.
 
"Kami sudah memiliki tingkat pengetatan sangat besar yang dihargakan ke dalam kurva dolar AS, saya tidak yakin kami akan dapat memenuhi skala atau cakupan pengetatan Fed itu," kata Kepala Strategi Valas G10 di CIBC Jeremy Stretch.
 
Mata uang Poundsterling naik menjadi 1,2598 per USD, setelah turun ke 1,2410 per USD pada Kamis 28 April 2020 atau terlemah sejak Juli 2020. Sterling kehilangan 4,24 persen bulan ini, terbesar sejak Oktober 2016.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif