Di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pertumbuhan pasar ini bahkan lebih agresif. Indonesia menjadi salah satu pasar yang paling dinamis, dengan nilai sekitar USD 2,53 miliar pada 2024 dan diprediksi meningkat menjadi USD 4,86 miliar pada 2030, atau tumbuh sekitar 11,6% per tahun.
| Baca juga: CEO di Asia Tenggara Lebih Percaya Pertumbuhan Asia Pasifik Ketimbang Ekonomi Global |
Tetra Pak melalui riset globalnya yang dilakukan bersama Ipsos mengungkap, perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama di balik pertumbuhan tersebut. Tak hanya mempertimbangkan manfaat kesehatan, konsumen kini juga dipengaruhi faktor emosional dalam memilih produk nutrisi. Produk FSN dinilai mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, hingga membantu mengelola stres.
“Kepraktisan tetap menjadi kebutuhan dasar. Namun, kini konsumen juga mencari produk yang memberikan nilai lebih bagi kesejahteraan jangka panjang,” kata Marketing Director Tetra Pak untuk Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia, John Jose, dalam keterangannya.
Kesehatan Fisik Masih Jadi Prioritas
Riset tersebut mencatat, mayoritas konsumen di Asia Pasifik mengonsumsi produk FSN untuk mendukung kesehatan fisik (62%) dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian (61%). Selain itu, 48% responden mengaku mengandalkan produk ini untuk menjaga energi sepanjang hari.Di Indonesia, tren ini sejalan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang padat. Konsumen di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung cenderung mencari solusi nutrisi yang praktis dan cepat dikonsumsi.
Selain manfaat fisik, aspek emosional juga semakin dominan. Sebanyak 42% konsumen global mengaku mengonsumsi produk nutrisi untuk merasa lebih mengendalikan kesehatan mereka. Sementara 39% mencari kepastian bahwa kebutuhan nutrisi terpenuhi, dan 30% ingin merasa lebih seimbang serta mengurangi stres.
Tak hanya itu, 28% responden di APAC mengaitkan konsumsi FSN dengan kesehatan mental, sedangkan 23% lainnya untuk menunjang penampilan dan kebugaran. Di sisi lain, rasa tetap menjadi faktor penting. Sekitar 23% konsumen menyebut kenikmatan sebagai alasan mengonsumsi produk nutrisi.
Produk Siap Minum Semakin Diminati
Perubahan gaya hidup juga mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk siap konsumsi. Sebanyak 59% konsumen menunjukkan minat pada produk FSN dalam format siap minum (ready-to-drink).Produk jenis ini dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan persiapan, mudah disimpan, dan cocok untuk aktivitas sehari-hari yang padat. Sekitar 21% konsumen mengaku membutuhkan produk yang praktis saat beraktivitas di luar rumah, sementara 19% ingin menghemat waktu dalam menyiapkan makanan atau camilan.
Selain produk, kemasan dan transparansi informasi juga menjadi perhatian konsumen. Label yang jelas, informasi bahan yang lengkap, serta kemasan yang praktis dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan.
Di Indonesia, regulasi terkait produk fortifikasi mewajibkan pelabelan yang jelas dan standar keamanan yang ketat. Hal ini turut memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk nutrisi.
Tetra Pak menilai, peluang pertumbuhan pasar FSN di Indonesia masih terbuka lebar.
Namun, pelaku industri perlu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi konsumen. Menggabungkan manfaat kesehatan, nilai emosional, serta kepraktisan menjadi kunci untuk memenangkan pasar yang semakin kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News