Abbott Asia Pasifik Pantau Mutasi Covid-19. Foto: dok Abbot.
Abbott Asia Pasifik Pantau Mutasi Covid-19. Foto: dok Abbot.

Abbott Asia Pasifik Pantau Mutasi Covid-19

Ade Hapsari Lestarini • 16 November 2022 17:41
Jakarta: Satgas Covid-19 dalam surat edarannya telah memberlakukan ketentuan skrining spesifik bagi kegiatan yang melibatkan pejabat setingkat menteri ke atas (VVIP) wajib mensyaratkan hasil negatif PCR 2X24 jam.
 
Sementara bagi kegiatan yang bukan forum multilateral dan tidak melibatkan VVIP wajib memiliki prosedur pemeriksaan gejala dan tes antigen bagi suspek covid-19. Pemerintah juga telah merumuskan beberapa rencana strategis terkait adanya kenaikan kasus covid-19, yakni dengan percepatan WGS terhadap semua pasien yang dirawat agar diketahui proporsi varian virus covid-19 di Indonesia saat ini.
 
Selanjutnya pemerintah akan meningkatkan testing dan tracing melalui supply reagen PCR serta mendorong aktivasi laboratorium yang ada. Masyarakat yang terdeteksi positif kendati tidak menunjukkan gejala atau gejala ringan, diminta untuk segera melakukan isolasi agar penularan dapat dikendalikan. Tak ketinggalan pemerintah juga akan meningkatkan kontrol dan pengawasan di bandara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menggarisbawahi rencana strategis pemerintah yang diharapkan bisa memberikan dampak terhadap penurunan angka kasus aktif covid-19 di Indonesia, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga mantan Direktur Penanggulangan Penyakit Menular WHO Tjandra Yoga Aditama mengimbau agar masyarakat memilih alat testing (antigen) yang terpercaya kualitasnya.
 
Ia percaya, alat tes antigen Bioquick produksi Abbott yang dipasarkan untuk Indonesia, diproduksi sesuai standar pembuatannya dan terkonfirmasi bisa mendeteksi ratusan subvarian covid-19.
 
Sesuai dokumen yang dihasilkan melalui analisis berkelanjutan oleh Koalisi Pertahanan Pandemi Abbot (Abbot Pandemic Defense Coalition), dua merek alat tes antigen Abbott yang sedang dan pernah beredar di Indonesia, yaitu Bioquick dan Panbio memperlihatkan kemampuan untuk mendeteksi protein SARS-CoV-2 yang dicari pada ratusan varian/subvarian covid-19 yang mereka analisis.
 
Abbott sebagaimana dikatakan juru bicaranya untuk wilayah Asia Pasifik terus memantau mutasi covid-19 secara seksama guna memastikan alat tes dari Abbott, termasuk Bioquick covid-19 Rapid Ag Test, dapat mendeteksinya.
 
"Abbott telah melakukan analisis menyeluruh terhadap covid-19 varian baru, termasuk varian XBB, dan pengujian Abbott tetap efektif dalam mendeteksi varian tersebut," demikian dijelaskan juru bicara Abbott tersebut, dikutip Rabu, 16 November 2022.
 
Baca juga: Tekan Kenaikan Kasus Covid-19, Satgas Imbau Patuhi Prokes

Bioquick covid-19 Ag Rapid Test Device (Nasopharyngeal) merupakan alat diagnostik cepat untuk deteksi SARS-COV-2 Antigen dalam spesimen nasofaringeal dari individu yang diduga terpapar covid. Antigen buatan lokal yang dibuat khusus untuk Indonesia ini merupakan pengganti Panbio buatan Abbott yang diedarkan sebelumnya.
 
Dalam evaluasi klinis yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, tes rapid antigen Abbott Bioquick™ (dengan usap hidung) mengidentifikasi 98,1 persen spesimen positif dan 99,8 persen spesimen negatif dengan benar. Semua sampel dikonfirmasi negatif atau positif dengan tes RTPCR (usap hidung) yang disetujui.
 
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tambahan kasus covid-19 selama periode 3-9 November lalu telah mencapai 35.248 atau naik 47,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya (27 Oktober-2 November) yang menembus 23,39 persen. Catatan Kementerian Kesehatan RI bahkan menyatakan, dalam periode 8-9 November 2022, terdapat 43 pasien covid-19 yang tutup usia.
 
Secara nasional, Kementerian Kesehatan mengumumkan rata-rata harian dalam satu minggu lalu terjadi peningkatan kasus di 30 provinsi, dengan kasus terkonfirmasi sebanyak lebih dari 6.000 kasus. Sebanyak 47,3 persen kasus covid terkonfirmasi masih didominasi subvarian BA.4 dan BA.5, serta subvarian XBB yang mulai tampak di pertengahan Oktober. Namun selain ketiga subvarian tersebut, pemerintah juga menemukan ada subvarian XBB1 dalam pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) pasien.
 
Oleh karena itu masyarakat diimbau tidak lengah dan terus bersiaga terhadap ancaman lonjakan kasus covid yang belum terlihat berhenti. "Kembalikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku. Selalu pakai masker dan jangan lupa cuci tangan serta sebisa mungkin menghindari kerumunan sesuai situasi dan kondisi. Selain itu, segera vaksinasi untuk meminimalisir hospitalisasi dan kematian akibat covid-19," paparnya.
 
Kemudian, segera lakukan tes (antigen/PCR) apabila ada kecurigaan tertular karena baru melakukan kontak dengan pasien, apalagi kalau sudah merasakan gejala-gejalanya. "Lebih baik segera lakukan tes untuk memastikan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif