Singapura: Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan 2022 akan menjadi masa transisi karena ekonomi terus pulih dan Singapura terhubung kembali dengan seluruh dunia. Meski demikian, tak dipungkiri masih ada sejumlah ketidakpastian terutama disebabkan munculnya varian Omicron yang penularannya lebih cepat.
Dalam pesan Tahun Barunya, Lee mengatakan ekonomi Singapura harus tumbuh sejalan dengan pemulihan ekonomi global kecuali ada gangguan baru. Lee berharap Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar 3-5 persen di 2022.
"Kami akan secara bertahap menghapus langkah-langkah dukungan darurat saat bisnis bangkit kembali, meskipun beberapa sektor akan memakan waktu lebih lama. Kami akan dengan aman memperluas perjalanan lintas batas dan terhubung kembali dengan seluruh dunia," kata Lee, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 4 Januari 2022.
"Kami juga akan mendesak untuk mendatangkan pekerja migran yang sangat dibutuhkan, dan memastikan talenta internasional merasa diterima dan mampu melengkapi warga Singapura," tambahnya.
Lee menambahkan Pemerintah Singapura merencanakan ke depan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Misalnya, akan melanjutkan upaya transformasi industri untuk meningkatkan kekuatan yang ada, dan membantu perusahaan merestrukturisasi dan meningkatkan keterampilan pekerja.
Untuk menjaga agar pekerja tetap produktif dan dapat dipekerjakan sepanjang karier mereka, Singapura akan terus berinvestasi didalamnya bersama dengan bisnis dan gerakan buruh. Selain itu, akan mencari area pertumbuhan baru, termasuk di ekonomi digital dan hijau, membangun upaya Smart Nation saat ini dan Rencana Hijau Singapura 2030.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan