Mengutip Antara, Rabu, 29 September 2021, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik atau turun 2,0 persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank pada setiap hari kerja.
Sementara itu, dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 10 bulan pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS. Investor melihat ke depan ke Federal Reserve yang mungkin mengurangi pembelian aset pada November dan kenaikan suku bunga kemungkinan akan menyusul.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun yang dijadikan acuan mencapai puncak tiga bulan, dan terakhir naik empat basis poin pada 1,5253 persen. Kenaikan imbal hasil dipercepat setelah bank sentral AS berubah hawkish pada pertemuan kebijakan moneter minggu lalu, memperkuat pandangan pasar untuk tapering Fed yang lebih cepat dari perkiraan.
"Imbal hasil umumnya bergerak lebih tinggi karena ekspektasi inflasi yang meningkat membebani daya tarik relatif obligasi pemerintah, tetapi naik lebih cepat di Amerika Serikat karena para pedagang bertaruh Federal Reserve akan bergerak lebih cepat daripada rekan-rekan globalnya," kata Kepala Strategi Pasar Cambridge Global Payments Karl Schamotta, di Toronto.
"Perbedaan suku bunga condong ke dolar, melemahkan imbal hasil rendah dan memberi tekanan pada ekonomi dengan kebutuhan pinjaman yang signifikan," tambahnya.
Pada perdagangan sore di New York, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya mencapai level tertinggi sejak awal November dan terakhir naik 0,3 persen pada 93,719. Penghindaran risiko memperburuk pergerakan pasar mata uang, kata Neil Jones, kepala penjualan valas di Mizuho, dengan saham-saham Wall Street turun.
Euro turun 0,1 persen versus dolar di 1,1681 dolar. Di awal sesi, euro mencapai level terendah enam minggu di 1,1668 dolar, setelah komentar dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen, mengatakan bahwa inflasi AS pada akhir tahun akan mendekati 4,0 persen, dua kali lipat dari target Fed.
"Salah satu tema yang tampaknya mendapatkan daya tarik adalah bahwa pasar berada di titik puncak untuk menilai kembali jalur siklus pengetatan Fed," tulis ahli strategi ING dalam sebuah catatan kepada klien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News