Ilustrasi. FOTO: STAN HONDA/AFP/Getty Images
Ilustrasi. FOTO: STAN HONDA/AFP/Getty Images

AS Berencana Longgarkan Tarif Impor Baja dan Aluminium Jepang

Angga Bratadharma • 15 November 2021 08:01
Washington: Amerika Serikat (AS) berencana membuka pembicaraan dengan Jepang yang dapat mengarah pada pelonggaran tarif impor baja dan aluminium. Adapun pengenaan tarif tersebut telah lama mengganggu hubungan perdagangan antara kedua belah pihak dan berimbas terhadap perekonomian.
 
Mengutip Channel News Asia, Senin, 15 November 2021, Departemen Perdagangan AS dan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat mengatakan pembicaraan itu ditujukan untuk mengatasi kapasitas baja dan aluminium global yang berlebihan, memulihkan kondisi berorientasi pasar, dan melestarikan industri kritis.
 
Diskusi dengan Jepang mengikuti kesepakatan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk mengakhiri perselisihan tarif baja dan aluminium, dan menuntaskan pengaturan global untuk memerangi produksi kotor dan kelebihan kapasitas di industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjanjian di masa depan, yang terbuka untuk negara lain, akan menjadi tantangan bagi Tiongkok, yang memproduksi lebih dari setengah baja dunia dan yang dituding UE dan Amerika Serikat menciptakan kelebihan kapasitas yang merugikan industri mereka sendiri.
 
Tahun lalu, Forum Global tentang Kapasitas Kelebihan Baja memperkirakan kesenjangan antara kapasitas pembuatan baja global dan permintaan global lebih dari hampir 600 juta ton, jumlah yang akan terus bertambah mengingat kapasitas baru yang sudah direncanakan atau sedang berjalan.

Menghapus tarif

Jepang pekan lalu meminta Amerika Serikat untuk menghapus tarif Section 232 yang diberlakukan oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018. Pengumuman datang sebelum kunjungan terpisah ke Jepang oleh Menteri Perdagangan Gina Raimondo dan Perwakilan Dagang AS Katherine Tai mulai minggu depan.
 
Amerika Serikat mengatakan kedua negara akan berusaha untuk mengatasi kekhawatiran atas tarif Section 232 dan kecukupan tindakan yang mengatasi kelebihan kapasitas baja dan aluminium dengan tujuan mengambil tindakan yang saling menguntungkan dan efektif guna memulihkan kondisi berorientasi pasar.
 
"Sudah waktunya. Proses pengecualian tarif perlu dilakukan dengan Jepang, Korea, dan Inggris. Kami sangat didorong oleh sinyal apapun bahwa pemerintah sedang mengejar itu," kata Kepala Urusan Internasional Kamar Dagang AS Myron Brilliant.
 
Tai juga akan mengunjungi Korea Selatan bulan ini, tetapi sumber mengatakan mereka tidak mengharapkan pengumuman serupa di sana. Kesepakatan AS-UE mengakhiri perselisihan yang membara atas tarif baja dan aluminium AS era Trump dan mencegah lonjakan tarif pembalasan UE.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif