Presiden Amerika Serikat Joe Biden. FOTO: AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. FOTO: AFP

Harga Bahan Makanan Kian Mahal di AS, Biden Siap Ambil Tindakan Tegas

Ekonomi Ekonomi Amerika joe biden
Angga Bratadharma • 13 September 2021 10:38
Washington: Pemerintahan Joe Biden berencana untuk mengambil tindakan berani untuk menegakkan undang-undang antimonopoli yang ditujukan pada perusahaan pengepakan daging. Ketegasan itu diambil karena perusahaan pengepakan daging disebut menyebabkan harga daging sapi, babi, dan unggas naik di toko bahan makanan.
 
"Meskipun harga daging sapi telah meningkat, para petani dan peternak menghasilkan lebih sedikit uang," kata Gedung Putih, dilansir dari CNBC International, Senin, 13 September 2021.
 
Perubahan iklim, masalah tenaga kerja, masalah transportasi, dan gangguan rantai pasokan lainnya telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya selama beberapa tahun terakhir. Gangguan dari pandemi covid-19 kemudian mempercepat laju pertumbuhan harga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan harga ini memiliki konsekuensi yang signifikan bagi orang Amerika yang paling rentan. Departemen Pertanian Amerika Serikat melaporkan bahwa 13,8 juta rumah tangga dianggap rawan pangan pada 2020. Adapun Pemerintahan Biden bulan lalu meningkatkan bantuan untuk Program Bantuan Nutrisi Tambahan, atau SNAP.
 
Sebelumnya program bantuan tersebut dikenal sebagai Food Stamps, manfaatnya meningkat lebih dari 25 persen. "Ini adalah kombinasi dari semua faktor," kata Editor SuperMarketGuru.com Phil Lempert.
 
"Sangat sulit untuk mengatakan apa yang dilakukan pandemi? Apa yang dilakukan perubahan iklim? Apa yang dilakukan transportasi? Jadi kita harus menyatukan semuanya. Dan kita harus menyelesaikan semuanya bersama-sama," tuturnya.
 
Sementara itu, survei Federal Reserve menunjukkan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS) bergeser ke laju moderat pada awal Juli hingga Agustus di tengah lonjakan covid-19 yang dipicu varian delta. Kondisi itu tentu memengaruhi sikap Fed untuk mengurangi pembelian aset atau melakukan tapering.
 
"Perlambatan dalam kegiatan ekonomi sebagian besar disebabkan oleh mundurnya (orang) makan di luar, perjalanan, dan pariwisata di sebagian besar distrik, yang mencerminkan masalah keamanan karena munculnya varian delta," kata The Fed dalam Beige Book.
 
"Sektor-sektor ekonomi lain, pertumbuhan melambat atau aktivitas menurun adalah sektor-sektor yang dibatasi oleh gangguan pasokan dan kekurangan tenaga kerja, sebagai lawan dari melemahnya permintaan," kata The Fed, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari 12 bank cadangan regional.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif