Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono (tengah) dalam Pertemuan Kedua TIIWG G20. Foto: Biro Humas Kemendag.
Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono (tengah) dalam Pertemuan Kedua TIIWG G20. Foto: Biro Humas Kemendag.

TIIWG Sepakat Tingkatkan Kapasitas Negara Hadapi Tantangan Pandemi

Eko Nordiansyah • 07 Juli 2022 12:45
Jakarta: Pertemuan Kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 membahas salah satu isu prioritas yaitu respons perdagangan, investasi, dan industri terhadap pandemi dan arsitektur kesehatan global (Trade, Investment, and Industry Response to The Pandemic and Global Health Architecture).
 
Direktur Jenderal Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono selalu Chair of TIIWG menyampaikan, pandemi covid-19 menjadi tantangan pada kesehatan global saat ini, sehingga menjadi isu prioritas yang perlu dibahas dalam sidang demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 
"Pada saat ini, menanggapi pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi yang tangguh, berkelanjutan dan inklusif, kita perlu mendorong koherensi kebijakan antara perdagangan, investasi, dan industri," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia dalam Presidensi G20 ini mengundang anggota G20 dengan maksud membahas, mengidentifikasi, serta memastikan ketersediaan produksi, distribusi dan transfer teknologi untuk vaksin yang aman, terjangkau dan setara serta barang penting terkait lainnya untuk mempercepat keberlanjutan dan pemulihan ekonomi global yang inklusif.
 
Marc Bacchetta perwakilan dari World Trade Organization (WTO) menyampaikan terdapat kecenderungan terjadinya pandemi yang lebih buruk lagi di masa depan apabila berkaca kepada siklus yang terjadi ratusan tahun belakangan. Hal ini disebabkan oleh ketidakmerataan distribusi vaksin covid-19 karena ada perbedaan tingkat teknologi serta penelitian dan pengembangan di antara negara-negara di dunia.
 
"Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) WTO memutuskan bahwa negara-negara yang paling membutuhkan vaksin akan diprioritaskan dan mengimbau solidaritas dari negara-negara lain terkait dengan pemerataan ketersediaan vaksin. Diperlukan adanya rencana konkret untuk memproduksi vaksin secara kolaboratif dan sedapat mungkin pada tingkat regional atau multilateral," ujar Bacchetta.
 
Baca juga: G20 Dukung Sistem Perdagangan Internasional yang Transparan

 
Terdapat beberapa dukungan yang berasal anggota WTO yaitu: Deklarasi Menteri tentang Tanggapan WTO terhadap pandemi covid-19 dan Kesiapsiagaan untuk Pandemi di Masa Depan; serta Keputusan Menteri tentang Perjanjian Aspek Hak Kekayaan Intelektual yang Terkait dengan Perdagangan.
 
Negara anggota G20, khususnya Indonesia, berharap TIIWG dapat fokus terhadap pemulihan dampak dari pandemi covid-19 yang sedang dihadapi global. Investasi yang inklusif memiliki hubungan erat dengan kesehatan, sehingga kerja sama antara pemerintah ataupun warga negara yang sudah terjalin baik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif