Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya  Iran pada akhirnya akan mengizinkan inspektur nuklir internasional kembali memasuki negara tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya Iran pada akhirnya akan mengizinkan inspektur nuklir internasional kembali memasuki negara tersebut.

Donald Trump Yakin Iran Akan Terima Inspektur Nuklir IAEA Meski Teheran Membantah

Arif Wicaksono • 24 Juni 2026 15:59
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya  Iran pada akhirnya akan mengizinkan inspektur nuklir internasional kembali memasuki negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan meskipun pemerintah Iran sebelumnya membantah adanya kesepakatan baru terkait inspeksi program nuklirnya.
 
Baca juga:  Donald Trump Klaim Dana Aset Iran untuk Pembelian Produk Pertanian AS

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Selasa (23/6), Trump menegaskan bahwa pemerintah AS telah menerima sinyal positif dari Teheran mengenai kemungkinan kembalinya tim inspeksi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Menurutnya, Iran telah menyampaikan komitmen tersebut melalui jalur komunikasi internal.
 
"Mereka akan mengizinkan inspeksi. Kami sangat yakin akan hal itu," kata Trump. Ia bahkan menepis pernyataan pejabat Iran yang menyebut tidak ada agenda kunjungan bagi inspektur IAEA dalam waktu dekat.
 
Meski optimistis, Trump tidak menjelaskan secara rinci kapan inspeksi tersebut akan berlangsung. Ia hanya mengatakan bahwa proses itu akan dilakukan pada waktu yang dianggap tepat dan tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa.

Presiden AS tersebut juga mengklaim bahwa Washington dan Teheran sedang membangun kesepahaman yang dapat menjaga stabilitas kawasan sekaligus memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Menurut Trump, isu tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam komunikasi antara kedua negara.
 
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Iran telah menyetujui kembalinya inspektur nuklir internasional. Namun, pernyataan itu segera dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran yang menegaskan tidak ada komitmen baru terkait program nuklir maupun mekanisme inspeksi internasional.
 
Dalam kesempatan terpisah saat berpidato di Pennsylvania, Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga mengklaim hubungan kedua negara menunjukkan perkembangan yang lebih positif dibandingkan beberapa tahun terakhir.
 
Selain membahas isu nuklir, Trump turut menyinggung kondisi di Selat Hormuz. Ia mengklaim tercapainya kesepakatan damai yang membantu meredakan ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut. Trump bahkan menyebut lalu lintas energi di kawasan itu kembali meningkat, dengan sekitar 19 juta barel minyak dilaporkan melintasi Selat Hormuz dalam satu hari perdagangan.
 
Pernyataan Trump muncul di tengah upaya berbagai pihak untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah setelah periode ketegangan yang sempat mengganggu perdagangan energi global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak dunia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan