Roma: Pemerintah Italia menyetujui paket bantuan senilai 40 miliar euro (USD48,9 miliar) untuk mendukung bisnis dan pekerja negara yang terkena dampak pembatasan covid-19. Langkah bantuan baru termasuk 17 miliar euro bantuan keuangan untuk perusahaan, dan sembilan miliar euro demi dukungan kredit bisnis.
Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengungkapkan sebanyak empat miliar euro lainnya akan dialokasikan untuk pasar tenaga kerja, dengan berbagai langkah guna mendukung pekerja yang paling rentan dan pengangguran.
"Selain itu, paket tersebut juga akan memberikan dukungan finansial kepada 370 ribu lebih banyak pekerja mandiri," kata Draghi, dilansir dari Xinhua, Rabu, 26 Mei 2021.
Namun, Draghi memperingatkan, Italia tidak akan mencapai pertumbuhan berkelanjutan sampai Rencana Pemulihan dan Ketahanan Nasional (PNRR) -sebagian besar didanai melalui program pemulihan Uni Eropa (UE)- mulai dilaksanakan.
"Kami memperkirakan ekonomi sudah pulih selama kuartal ini, jadi perkiraan kami untuk tahun ini kemungkinan akan direvisi naik," kata Draghi.
Draghi mengatakan bahwa rencana vaksinasi virus korona yang sedang berlangsung adalah pendorong utama dibalik optimisme moderat. Lebih dari 29 juta dosis vaksin telah diberikan di seluruh negeri dan 9,3 juta orang telah diimunisasi penuh pada Kamis, angka resmi menunjukkan.
"Keberhasilan rencana vaksinasi covid-19 memungkinkan kami untuk melanjutkan pembukaan kembali di bawah apa yang kami sebut 'risiko yang diperhitungkan' dan, jika kami mengalahkan pandemi, negara akan kembali tumbuh," pungkas Draghi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan