Tetapi, beberapa analis mengatakan, Kishida mungkin secara bertahap melepaskan warisan kebijakan stimulus 'Abenomics' dari mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe jika dia memperkuat cengkramannya pada kekuasaan dengan memenangkan pemilihan umum yang diprediksi dilakukan pada November.
Setelah memenangkan perlombaan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dengan dukungan dari berbagai faksi, Kishida tidak mungkin mengguncang perahu dengan merombak kebijakan pro-bisnis dan reflasi saat ini yang dilakukan oleh Abe dan penggantinya Yoshihide Suga dalam waktu dekat.
"Kita harus mengkompilasi pada akhir tahun sebuah paket stimulus berukuran beberapa puluh triliun yen," kata Kishida, dalam pidato setelah pemungutan suara partai, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 30 September 2021.
Pernyataannya menandakan bahwa Jepang akan tertinggal dari negara maju lainnya dalam memutar kembali kebijakan pada mode krisis. Kemenangannya memastikan Kishida akan dipilih sebagai perdana menteri berikutnya dalam sebuah sesi yang akan diadakan minggu depan, mengingat mayoritas partai di majelis rendah.
Analis juga memperkirakan sedikit perubahan pada kebijakan ultra-longgar Bank of Japan mengingat komentar Kishida baru-baru ini yang menekankan perlunya menopang pertumbuhan dengan stimulus moneter yang besar.
Namun, dalam jangka panjang, Kishida dapat membawa perubahan terutama jika dia mendapatkan mandat yang kuat dengan memenangkan pemilihan majelis rendah tahun ini dan pemilihan majelis tinggi tahun depan. Adapun Kishida telah menjauhkan diri dari Abenomics dengan menyerukan lebih banyak fokus untuk mendistribusikan kekayaan ke rumah tangga.
Di bawah Abenomics -strategi yang diterapkan oleh Abe pada 2013 yang berusaha untuk mendorong pertumbuhan dan inflasi dengan campuran kebijakan fiskal dan moneter yang ekspansif- membuat harga saham dan keuntungan perusahaan melonjak. Tetapi kekayaan rumah tangga menyusut karena perusahaan enggan menaikkan upah.
"Kita tidak dapat mencapai pertumbuhan yang kuat jika kekayaan terkonsentrasi di tangan sekelompok kecil orang," pungkas Kishida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News