Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Jepang Pertahankan Penilaian Ekonomi di Juli 2021

Angga Bratadharma • 20 Juli 2021 12:32
Tokyo: Pemerintah Jepang memutuskan untuk mempertahankan penilaian keseluruhan ekonominya untuk bulan kedua berturut-turut pada Juli. Pemerintah tidak mengubah pandangannya bahwa kondisi perekonomian tetap parah karena dampak pandemi virus korona.
 
Dalam laporan bulanan yang disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, pemerintah mengatakan perhatian penuh harus diberikan pada cara tren infeksi memengaruhi ekonomi domestik maupun luar negeri. Upaya siap dilakukan terus menerus guna mengurangi efek negatif.
 
"Perekonomian menunjukkan peningkatan pelemahan di beberapa bagian, meskipun terus meningkat di tengah kondisi parah akibat virus korona," kata pemerintah dalam penilaian kondisi ekonomi Juli, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 20 Juli 2021.

Pihak berwenang mempertahankan pandangan mereka tentang komponen ekonomi utama seperti konsumsi swasta -yang menyumbang lebih dari setengah Produk Domestik Bruto (PDB)- serta ekspor dan output tidak berubah. Mereka mengatakan ekspor Jepang secara bertahap meningkat karena pemulihan ekonomi luar negeri.
 
Pemerintah menaikkan penilaian kondisi bisnis untuk pertama kalinya dalam empat bulan, terutama karena survei sentimen bisnis tankan Bank of Japan untuk April-Juni menunjukkan tanda-tanda pemulihan kondisi bisnis.
 
Pihak berwenang sekarang menggambarkan kondisi bisnis menunjukkan tanda-tanda peningkatan, meskipun mereka mengatakan kondisinya tetap parah di beberapa daerah. Itu lebih baik dari penilaian bulan sebelumnya, ketika mereka mengatakan kenaikan dalam kondisi bisnis sedang terhenti.
 
Ekonomi Jepang kemungkinan hampir tidak tumbuh pada kuartal kedua, jajak pendapat menunjukkan pekan lalu. Hal itu karena Jepang tengah berjuang keras dengan dampak dari pembatasan virus korona di Tokyo dan bidang kegiatan ekonomi utama lainnya, terutama pengeluaran swasta.
 
Pemerintah akan merilis perkiraan awal untuk PDB kuartal kedua pada 16 Agustus. Keadaan darurat baru di Tokyo yang akan berlangsung selama Olimpiade hingga 22 Agustus diperkirakan mengganggu pertumbuhan ekonomi kuartal ini. Analis memperkirakan ekonomi Jepang tumbuh 4,2 persen secara tahunan, turun dari ekspansi 4,6 persen yang diproyeksikan bulan lalu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan