Pemulihan Ekonomi. Foto : MI.
Pemulihan Ekonomi. Foto : MI.

Prospek Ekonomi Global Diwaspadai Inflasi yang Tinggi

Ekonomi Inflasi obligasi Pasar Saham Ekonomi Indonesia Ekonomi Global covid-19 corona di indonesia
Arif Wicaksono • 07 Desember 2021 10:48
Jakarta: PT BNP Paribas Asset Management (PT BNP Paribas AM) merilis market outlook-nya untuk peluang investasi di pasar saham dan pasar obligasi menuju 2022.
 
Menjelang penghujung 2021, Indonesia dan kebanyakan negara di dunia tengah bersiap-siap membuka kembali aktivitas kegiatan ekonomi dengan harapan pemulihan dapat mulai terjadi di 2022.
 
Meskipun tingkat pemulihan ekonomi di berbagai negara tidak merata, secara umum PT BNP Paribas AM menilai baik pasar domestik maupun pasar global mengalami hal yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari data ekonomi global, terlihat secara umum bahwa dunia secara perlahan menuju kondisi yang lebih normal. Namun di sisi lain, juga muncul tantangan baru sebagai akibat dari konsekuensi pembukaan ekonomi. Pembukaan kegiatan ekonomi secara hampir bersamaan di negara maju, dari yang sebelumnya stagnan, telah mengakibatkan adanya ketidakseimbangan.
 
Direktur & Head of Fixed Income PT BNP Paribas AM Djumala Sutedja menjelaskan persiapan pembukaan ekonomi yang terjadi saat ini mendorong permintaan atau demand yang sangat besar, tapi supply-nya relatif lambat dalam melakukan penyesuaian.
 
"Di saat yang sama tingkat likuiditas global masih tinggi, sehingga dampaknya adalah kenaikan harga-harga komoditas, baik itu makanan maupun energi, yang pada akhirnya berujung pada inflasi yang tinggi," jelas dia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Desember 2021.
 
Sementara itu kebijakan tapering oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, yang tengah menjadi fokus perhatian pasar saat ini diperkirakan tidak akan membawa dampak yang terlalu signifikan pada pasar domestik.
 
"Volatilitas pasar akan selalu ada. Namun, melihat kondisi fundamental pertumbuhan Indonesia yang cukup kuat saat ini, kami optimis Indonesia dalam posisi yang siap menghadapi tapering yang akan berlangsung hingga pertengahan 2022 nanti," ujar Djumala.

Net inflow asing

Menanggapi dampak tapering terhadap arus kepemilikan asing di Indonesia, sentimennya pun cenderung lebih baik. Djumala menerangkan minat asing untuk berinvestasi di pasar negara berkembang memang masih selektif.
 
Net inflow lebih banyak terlihat pada negara-negara yang dinilai mampu mengendalikan pandemi covid-19 yang lebih baik dan tingkat vaksinasi yang tinggi.
 
Sementara itu per 5 November 2021, Indonesia tercatat masuk dalam kelompok negara-negara yang dianggap mampu mengendalikan penyebaran infeksi covid-19, sebagaimana diukur dari Reproduction Rate-nya yang stabil berada di bawah angka satu.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif