Mars Wrigley, perusahaan di balik merek-merek populer seperti M&M's, Snickers, Twix, Milky Way, dan Skittles, mengonfirmasi akan memangkas ratusan tenaga kerja.
Mars Wrigley, perusahaan di balik merek-merek populer seperti M&M's, Snickers, Twix, Milky Way, dan Skittles, mengonfirmasi akan memangkas ratusan tenaga kerja.

Pembuat M&M's dan Snickers Bakal PHK Ratusan Karyawan

Arif Wicaksono • 24 Juli 2026 16:23

Jakarta: Kabar kurang menggembirakan datang dari industri makanan ringan global. Mars Wrigley, perusahaan di balik merek-merek populer seperti M&M's, Snickers, Twix, Milky Way, dan Skittles, mengonfirmasi akan memangkas ratusan tenaga kerja sebagai bagian dari relokasi kantor pusatnya di Amerika Serikat.

Baca juga:  Toy Story 5 Meledak di Box Office, Disney Justru Pangkas Ratusan Karyawan   

Perusahaan telah mengajukan pemberitahuan WARN (Worker Adjustment and Retraining Notification) kepada pemerintah negara bagian New Jersey. Dokumen tersebut menunjukkan sebanyak 307 posisi kerja di kantor pusat Newark akan dihapus mulai pertengahan Oktober 2026, sekaligus mengakhiri operasional perusahaan di kota tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Mars Wrigley memusatkan aktivitas korporasinya ke Chicago, Illinois. Sebelumnya, perusahaan diketahui telah menggelontorkan investasi sekitar US$100 juta untuk memperluas kantor pusat globalnya di kota tersebut.

Meski memangkas ratusan pekerjaan di Newark, Mars menegaskan fasilitas manufakturnya di Hackettstown, New Jersey, akan tetap beroperasi.

"Dalam rangka meninjau kembali jejak operasional Mars Snacking di Amerika Utara, kami akan menghentikan operasional Newark Market Hub pada Desember 2027 sesuai rencana konsolidasi ke Chicago," ujar perusahaan dalam pernyataan resminya.

Mars menambahkan keputusan tersebut diambil untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan juga berjanji menyediakan kesempatan relokasi serta berbagai bentuk dukungan bagi karyawan yang terdampak.

Di sisi lain, keputusan Mars memicu kekhawatiran di New Jersey. Asosiasi Bisnis dan Industri New Jersey (NJBIA) menilai hengkangnya salah satu perusahaan besar tersebut menjadi sinyal bahwa daya saing iklim usaha di negara bagian itu perlu segera dibenahi.

"Ketika masyarakat seharusnya menyambut akhir pekan musim panas dengan optimistis, kami justru menerima kabar tentang kepergian perusahaan besar yang selama ini menjadi pencipta lapangan kerja," kata CEO NJBIA Michele Siekerka.

Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah nyata agar perusahaan-perusahaan besar tidak terus memindahkan operasinya ke negara bagian lain.

Relokasi Mars sendiri bukan yang pertama terjadi. Pada Juni lalu, Samsung mengumumkan pemindahan kantor pusatnya di New Jersey ke Texas. Sementara itu, ExxonMobil juga memutuskan memindahkan negara bagian domisilinya dari New Jersey ke Texas setelah lebih dari satu abad berkantor di wilayah tersebut.

NJBIA mencatat sepanjang tahun ini New Jersey telah kehilangan lebih dari 9.700 lapangan kerja yang tercatat melalui pemberitahuan WARN. Tren tersebut dinilai menjadi alarm bagi pemerintah setempat untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kompetitif agar eksodus perusahaan besar tidak terus berlanjut.

Mars Wrigley memperluas jejak bisnisnya di Chicago setelah mengakuisisi Wrigley pada 2008 dan, terbaru, menyelesaikan akuisisi Kellanova, produsen camilan seperti Pringles dan Cheez-It. Langkah tersebut semakin memperkuat posisi Chicago sebagai pusat operasional perusahaan di Amerika Utara.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan