Walt Disney. Foto: Unsplash.
Walt Disney. Foto: Unsplash.

Toy Story 5 Meledak di Box Office, Disney Justru Pangkas Ratusan Karyawan

Arif Wicaksono • 23 Juli 2026 15:38
Ringkasnya gini..
  • Di tengah kesuksesan besar "Toy Story 5" yang hampir menembus pendapatan global USD1 miliar, Disney justru mengambil langkah efisiensi dengan memangkas ratusan posisi kerja di sejumlah unit bisnisnya.
  • Berdasarkan laporan TheWrap, sekitar 116 karyawan diberhentikan di kantor pusat Pixar di Emeryville, California, menjadikan studio animasi tersebut sebagai unit yang paling terdampak.

Jakarta: Di tengah kesuksesan besar "Toy Story 5" yang hampir menembus pendapatan global USD1 miliar, Disney justru mengambil langkah efisiensi dengan memangkas ratusan posisi kerja di sejumlah unit bisnisnya.

Dikutip dari Fox Business, Kamis, 23 Juli 2026, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) diumumkan pada Selasa waktu setempat dan mencakup beberapa divisi utama, seperti Pixar, Disney Entertainment Television, Disney Studios, hingga ESPN.
 
Berdasarkan laporan TheWrap, sekitar 116 karyawan diberhentikan di kantor pusat Pixar di Emeryville, California, menjadikan studio animasi tersebut sebagai unit yang paling terdampak.
 

Baca juga:     Disney Buka Penjualan Tiket Avengers: Doomsday Lima Bulan Lebih Awal 

Ironisnya, kebijakan ini muncul ketika Toy Story 5 tengah menikmati performa impresif di bioskop dunia. Film animasi tersebut telah mengumpulkan sekitar USD962 juta secara global dan diperkirakan segera melampaui capaian USD1 miliar.

Meski demikian, langkah efisiensi ini menjadi gelombang PHK terbesar di Pixar dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, studio tersebut juga mencetak rekor lewat Inside Out 2, yang meraup sekitar USD1,69 miliar pada 2024 dan menjadi film animasi terlaris sepanjang masa.

National Geographic dan ESPN ikut terdampak

Pemangkasan tenaga kerja tidak hanya terjadi di Pixar. Laporan menyebutkan merek National Geographic menjadi salah satu unit yang terkena dampak cukup besar di bawah Disney Entertainment.

Sementara itu, ESPN juga melepas sejumlah figur yang telah lama dikenal publik. Di antaranya Karl Ravech, pembawa acara SportsCenter dan Baseball Tonight yang telah bergabung sejak 1993, serta analis sepak bola Ryan Clark, mantan pemain NFL yang telah menjadi bagian dari ESPN selama lebih dari satu dekade.

Ketua ESPN Jimmy Pitaro mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan kebutuhan bisnis ke depan.

Menurutnya, integrasi aset NFL yang baru diakuisisi mendorong perusahaan untuk meninjau kembali komposisi tim agar organisasi lebih siap menghadapi perubahan industri media yang berlangsung sangat cepat.

Performa film lain diduga menjadi faktor

Selain strategi efisiensi, laporan TheWrap menyebut hasil yang kurang memuaskan dari beberapa film orisinal Pixar diduga ikut memengaruhi keputusan perusahaan.

Film "Hopper", yang dirilis pada awal tahun ini, disebut gagal menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi dan berada sedikit di bawah titik impas berdasarkan standar akuntansi industri film Hollywood.

Sementara itu, "Elio" juga belum mampu memenuhi harapan. Film tersebut hanya membukukan pendapatan sekitar USD154 juta di pasar global, meski diproduksi dengan anggaran yang dilaporkan mencapai USD200 juta. Capaian itu menjadikannya salah satu film dengan performa box office terendah Pixar sejak "Onward", yang terdampak pandemi COVID-19.

Gelombang PHK berlanjut sepanjang 2026

Pemangkasan terbaru ini merupakan gelombang PHK ketiga yang dilakukan Disney sepanjang tahun 2026.

Pada April lalu, perusahaan telah mengurangi sekitar 1.000 posisi di berbagai divisi televisi dan film. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi restrukturisasi yang dipimpin CEO baru Josh D'Amaro, yang menilai perusahaan perlu menyederhanakan operasional di tengah perubahan cepat industri hiburan.

Sebelumnya, pada Januari, Disney juga mengonsolidasikan divisi pemasarannya di bawah pimpinan Chief Brand Officer Asad Ayaz. Restrukturisasi tersebut turut memicu pengurangan jumlah karyawan di sektor pemasaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi perusahaan.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan