Ilustrasi. FOTO: AFP/Jewel
Ilustrasi. FOTO: AFP/Jewel

Wall Street Melesat Tajam, Ini Penyebabnya

Angga Bratadharma • 29 September 2022 06:32
New York: Tiga indeks utama bursa saham Wall Street terpantau rebound tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB) setelah aksi jual baru-baru ini oleh para investor. Penguatan itu terjadi lantaran didukung oleh penurunan imbal hasil treasury.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 29 September 2022, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 548,75 poin atau 1,88 persen menjadi 29.683,74. Kemudian indeks S&P 500 naik 71,75 poin atau 1,97 persen menjadi 3.719,04. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 222,14 poin atau 2,05 persen menjadi 11.051,64.
 
Semua 11 sektor utama di indeks S&P 500 berakhir di wilayah hijau, dengan sektor layanan energi dan komunikasi masing-masing naik 4,4 persen dan 3,17 persen, memimpin kenaikan. Reli terjadi setelah imbal hasil treasury AS mundur dari level tertingginya dalam lebih dari satu dekade.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imbal hasil pada benchmark 10-tahun treasury AS turun menjadi sekitar 3,7 persen pada Rabu sore setelah sempat melampaui empat persen di awal sesi untuk pertama kalinya sejak 2008. Pasar ekuitas biasanya bergerak negatif dengan imbal hasil obligasi, karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi akan membuat investasi ekuitas menjadi kurang menarik.
Baca: Begini Nih Cara Terkini Menko Luhut Cegah Penangkapan Ikan Ilegal

Bursa saham AS telah berada di bawah tekanan yang cukup besar tahun ini oleh kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan agresif Federal Reserve dapat melemparkan ekonomi ke dalam resesi. Namun, The Fed dinilai perlu menaikkan suku bunga guna memerangi ledakan inflasi.
 
Di sisi lain, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengatakan adalah mungkin untuk menurunkan rekor inflasi tinggi di Paman Sam sambil mempertahankan pasar tenaga kerja yang sehat. Sejauh ini The Fed terus berupaya secara agresif menekan ledakan inflasi yang salah satunya melalui menaikkan suku bunga.
 
Komentarnya datang setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebanyak 75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut. Sedangkan Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan pendinginan inflasi akan menyakitkan bagi ekonomi AS.
 
"Tapi saya percaya ada jalan melalui ini yang bisa berhasil menurunkan inflasi sambil juga mempertahankan pasar tenaga kerja yang kuat. Dan saya sangat berharap The Fed akan berhasil melakukan itu," pungkas Yellen.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif