Presiden Prancis Emmanuel Macron. FOTO: Ludovic MARIN/AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron. FOTO: Ludovic MARIN/AFP

Prancis dan Jerman Saling Bantu Lewati Krisis Energi

Antara • 06 September 2022 08:28
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan Prancis dan Jerman akan saling membantu melewati krisis energi dan melewati musim dingin yang akan datang. Upaya itu diharapkan meringankan beban yang sedang terjadi sekarang ini.
 
Berbicara pada konferensi pers setelah konferensi video dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Macron mengatakan, Prancis siap untuk mengirimkan lebih banyak gas ke Jerman. Sementara Jerman akan menawarkan lebih banyak listrik ke Prancis jika krisis energi berlanjut hingga musim dingin.
 
"Kami akan menyelesaikan koneksi gas agar dapat mengirimkan gas ke Jerman. Jerman akan siap menghasilkan lebih banyak listrik untuk dibawa ke kami dalam situasi ekstrem," kata Macron, dilansir dari Antara, Selasa, 6 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Prancis mendukung langkah-langkah solidaritas di tingkat Eropa untuk menghadapi krisis energi saat ini. "Kami mendukung praktik pembelian gas umum yang memungkinkan pembelian lebih murah," katanya.
Baca: Tarif GoCar Bakal Naik Imbas Penyesuaian Harga BBM

Namun, dia mengatakan tidak perlu untuk pipa gas yang menghubungkan Prancis dan Spanyol. Mengenai harga energi yang tinggi di Eropa, Macron mengusulkan untuk mengatur mekanisme kontrol untuk operasi spekulatif di tingkat Eropa.
 
Beberapa hari menjelang pertemuan para menteri energi Uni Eropa (UE), Macron mendukung pembatasan harga gas yang dibeli dari Rusia di tingkat Uni Eropa. Macron meyakinkan rekan senegaranya, Prancis tidak dalam situasi penjatahan energi, tetapi meminta orang-orang untuk membatasi pemanasan hingga 19 derajat Celcius untuk menghemat energi.
 
"Jika kita secara kolektif tahu bagaimana berperilaku lebih bijaksana dan menghemat energi di mana-mana, tidak akan ada penjatahan atau pemotongan," tegasnya.
 
Pada Jumat, Macron memimpin pertemuan Dewan Pertahanan tentang krisis energi. Menteri Transisi Energi Prancis Agnes Pannier-Runacher mengatakan setelah pertemuan, cadangan gas Prancis 92 persen penuh dalam persiapan untuk kemungkinan kekurangan musim dingin ini.
 
Menurut menteri, 32 dari armada 56 reaktor nuklir negara itu saat ini sedang offline untuk pemeliharaan rutin, tetapi perusahaan utilitas listrik multinasional Prancis EDF telah berkomitmen untuk memulai kembali semuanya buat musim dingin ini.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif