Presiden AS Joe Biden. FOTO: AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Joe Biden. FOTO: AFP/MANDEL NGAN

Biden Siap Luncurkan Rencana Ekonomi Indo-Pasifik di Jepang

Angga Bratadharma • 20 Mei 2022 12:02
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan meluncurkan prakarsa ekonomi yang telah lama ditunggu-tunggu untuk meningkatkan keterlibatan AS di Asia dalam beberapa hari mendatang selama perjalanannya ke kawasan itu. Hal itu diungkapkan salah satu pejabat kabinet yang memimpin prakarsa tersebut.
 
"AS dan mitranya akan memulai Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) ketika Biden mengunjungi Jepang dalam perjalanan 20-24 Mei yang juga akan membawanya ke Korea Selatan," kata Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, dikutip dari The Business Times, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Departemen Perdagangan AS memimpin negosiasi pilar kerangka kerja yang berfokus pada ketahanan rantai pasokan; energi bersih, dekarbonisasi dan infrastruktur; dan perpajakan dan anti korupsi. Kantor Perwakilan Dagang AS memimpin pekerjaan pada perdagangan yang adil dan tangguh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Administrasi juga telah bekerja untuk memasukkan masalah digital seperti pelokalan data dan aliran data lintas batas. IPEF adalah bagian dari upaya Pemerintahan Biden untuk melawan pengaruh Tiongkok di Asia, menyusul penarikan AS dari pembicaraan tentang perjanjian perdagangan regional Kemitraan Trans-Pasifik di bawah mantan Presiden Donald Trump.
 
"Kami sangat antusiasme tentang ini. Saya telah menghabiskan banyak waktu berbicara dengan rekan-rekan kami di Indo-Pasifik, dan ada permintaan besar dari mereka agar Amerika Serikat lebih hadir dan memiliki strategi ekonomi yang afirmatif," kata Raimondo.
 
Raimondo mengumumkan pengerjaan rencana tersebut pada November setelah pembicaraan dengan Australia, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, dan Jepang. Beberapa detail IPEF tidak jelas dan Pemerintahan Biden telah menekankan bahwa itu tidak akan mencakup tarif yang lebih rendah atau akses yang lebih baik ke pasar AS.
 
Beberapa orang di Kongres telah mengkritik rencana tersebut karena kurang substansi, dengan para senator dari kedua belah pihak mengecam agenda perdagangan Biden pada dengar pendapat di Maret dan menyerang Perwakilan Dagang AS Katherine Tai karena kurangnya ambisi untuk merundingkan perjanjian baru.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif