Teheran: Iran memperingatkan akan mengambil langkah militer baru jika kembali mendapat serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Ancaman tersebut disampaikan Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, pada Selasa.
| Baca juga: Drama Baru di Selat Hormuz, Iran Bentuk Badan Khusus, Kapal Dagang Harus Siap “Rules” Baru |
Dalam pernyataannya kepada media pemerintah, Akraminia menegaskan Teheran telah menyiapkan strategi berbeda apabila konflik kembali pecah.
“Jika musuh kembali melakukan tindakan agresif terhadap Iran, kami akan membuka front baru dengan metode dan dampak yang berbeda,” ujarnya seperti dikutip Kantor Berita Fars.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah laporan mengenai kemungkinan serangan lanjutan dari Washington. Sumber militer Iran juga mengatakan kepada media Rusia, RIA Novosti, bahwa Teheran telah menyiapkan berbagai langkah taktis baru untuk menghadapi potensi serangan berikutnya dari AS.
Sebelumnya, Donald Trump pada Senin menyebut pemerintahannya sempat merencanakan operasi militer terhadap Iran pada Selasa. Namun, rencana tersebut ditunda setelah adanya permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang mendorong peluang penyelesaian damai.
Meski begitu, Trump kemudian menyatakan bahwa opsi serangan militer tetap terbuka dan dapat dilakukan paling cepat pada Jumat, 22 Mei, atau awal pekan depan.
Ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel meningkat tajam sejak serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata yang diumumkan Washington dan Teheran pada 7 April. Kedua pihak juga menggelar pembicaraan di Islamabad, namun perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News