The Fed. Foto : AFP.
The Fed. Foto : AFP.

Kenaikan Fed Rate Diprediksi Berdampak Minim ke Indonesia

Ekonomi Ekspor investor suku bunga The Fed komoditas Ekonomi Global Pasar Keuangan surat berharga negara Federal Reserve
Eko Nordiansyah • 06 Mei 2022 15:54
Jakarta: Kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap Indonesia. Bahkan dampak kenaikan suku bunga di AS ini dinilai akan terbatas dalam menyebabkan tekanan di pasar keuangan.
 
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, investor relatif sudah melakukan price in terkait arah kenaikan suku bunga The Fed. Hal ini yang kemudian membuat gejolak di pasar keuangan Indonesia relatif minim.
 
"Investor lebih mencermati kenaikan imbal hasil SBN (Surat Berharga Negara) yang diperkirakan terus meningkat sejalan dengan naiknya Fed rate," kata dia kepada Medcom.id, Jumat, 6 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, selisih (spread) antara yield US treasury dengan SBN tenor 10 tahun juga terbilang masih jauh atau sebesar 4,05 persen antara 2,94 persen berbanding 6,99 persen. Selain itu, bagi investor menanam uang di Indonesia masih menarik.
 
Di sisi lain, Bhima menyebut, kenaikan harga komoditas di pasar global juga membuat gejolak akibat kebijakan The Fed menjadi lebih sedikit. Pasalnya sejumlah komoditas ekspor andalan Indonesia tengah mengalami kenaikan harga.
 
"Dorongan penerimaan devisa dari boom komoditas juga membantu menahan gejolak kebijakan moneter Fed," ungkapnya.
 
Federal Reserve AS sebelumnya menaikkan suku bunga acuannya sebesar setengah poin pada Rabu waktu setempat. Hal ini menandai kenaikan suku bunga paling tajam sejak 2000, karena mengambil langkah lebih agresif untuk mengendalikan inflasi tertinggi dalam empat dekade.
 
Melansir Xinhua, Kamis, 5 Mei 2022, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 0,75-1 persen. Hal ini disampaikan Fed dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan kebijakan dua hari.
 
Komite juga memutuskan untuk mulai mengurangi kepemilikannya atas sekuritas Treasury, utang agensi dan sekuritas yang didukung hipotek agensi pada 1 Juni.
 
"Meskipun aktivitas ekonomi secara keseluruhan turun tipis pada kuartal pertama, pengeluaran rumah tangga dan investasi tetap bisnis tetap kuat. Keuntungan pekerjaan telah kuat dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran telah menurun secara substansial," jelas pernyataan itu.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif